LANGIT7.ID-New York; Akhirnya petenis putri Amerika kebagian jatah satu kursi di final US Open setelah sejumlah petenis andalan lainnya seperti Coco Gauff, Jessica Pegula juga tumbang duluan.
Bahkan petenis jagoan putranya ada Taylor Fritz, Ben Shelton, Tiaffoe, Mc Donald juga tidak ada yang mampu bertahan. Kecuali hanya Fritz yang bertahan sampai di perempat final meski toh akhirnya ditumbangkan juga oleh petenis legend Novak Djokovic.
Bagi Amanda Anisimova lolosnya di final US Open ini sebuah kebanggaan. Tapi ia harus bekerja keras di final karena yang dihadapi adalah juara bertahan Aryna Sabalenka. Duel di final ini akan diperebutkan pada hari Sabtu. Sabalenka melaju ke final setelah mengalahkan Jessica Pegula dalam semifinal tiga set yang menegangkan, sementara Anisimova mengatasi Naomi Osaka dengan drama yang seru. Anisimova berburu gelar Grand Slam pertamanya.
Kedua pemain meraih kemenangan comeback di semifinal setelah kehilangan set pertama. Ini adalah pertama kalinya dalam lima tahun kedua semifinal putri AS Terbuka berlangsung dalam tiga set, dengan kedua laga merupakan pertarungan marathon yang luar biasa.
Amanda Anisimova Raih Kemenangan Comeback atas Naomi OsakaDalam pertandingan berintensitas tinggi yang berlangsung hingga hampir pukul 01.00 dini hari waktu New York, Anisimova muncul sebagai pemenang atas Osaka dengan skor 6-7 (4), 7-6 (3), 6-3. Kemenangan ini menghentikan langkah impresif Osaka, yang mencatatkan turnamen terbaiknya dalam empat tahun terakhir.
Setelah sempat tertinggal, Anisimova tetap tenang di set penentu. Dia secara konsisten menggerogoti permainan Osaka yang mulai menurun dan akhirnya berhasil meraih kemenangan comeback.
Aryna Sabalenka Taklukkan Jessica PegulaPada semifinal pertama hari Kamis, pemain nomor satu dunia Aryna Sabalenka mengalahkan petenis Amerika lainnya, Jessica Pegula (No.4), untuk tahun kedua berturut-turut. Kali ini ia menang dengan skor 4-6, 6-3, 6-4.
Sabalenka bangkit kuat di set kedua. Variasinya dengan sentuhan-sentuhan lembut di net membuat Pegula kesulitan. Kemarahan Sabalenka karena tidak bisa menyelesaikan set kedua dengan cepat bisa diredamnya sendiri, dan ia tetap menjaga kompos untuk menang 6-3.
Dominasi berlanjut ke set ketiga di mana Sabalenka mengontrol permainan dengan servisnya. Sabalenka tidak pernah melepas kendali. Menjelang match point, Sabalenka dengan berani menepuk-nepuk raketnya ke arah penonton. Ia kemudian melepaskan forehand yang melesat melewati Pegula dan melepaskan teriakan kemenangan.
Anisimova Teruskan Tren Amerika di 2025Amanda Anisimova tampil di final Grand Slam keduanya secara beruntun, setelah melaju ke final Wimbledon bulan lalu. Pencapaiannya ini melanjutkan tren impresif: final di semua empat turnamen major tahun ini selalu menampilkan petenis putri Amerika.
Madison Keys meraih Grand Slam pertamanya dengan menjuarai Australian Open pada Januari lalu. Coco Gauff membawa pulang major keduanya dengan gelar French Open pertamanya. Meski kalah dari Iga Swiatek di final Wimbledon, Anisimova kini memiliki kesempatan untuk melakukan comeback besar melawan Sabalenka pada hari Sabtu.(*/saf/yahoosports)
(lam)