LANGIT7.ID-Jakarta; Video singkat berisi capaian pemerintahan Presiden Prabowo Subianto kini hadir di layar bioskop sebelum film utama dimulai. Penayangan tersebut langsung menarik perhatian publik karena menampilkan data dan narasi mengenai program-program pemerintah.
Menteri Sekretaris Negara sekaligus juru bicara Istana, Prasetyo Hadi, menegaskan penggunaan ruang publik sebagai media penyampaian pesan merupakan hal yang wajar. Ia menambahkan hal itu diperbolehkan sepanjang tidak melanggar aturan serta tidak mengganggu kenyamanan masyarakat.
Kepala Komunikasi Kepresidenan (PCO), Hasan Nasbi, juga menekankan bahwa bioskop termasuk salah satu ruang publik yang bisa digunakan pemerintah untuk menyampaikan informasi. Menurutnya, penayangan video tersebut memiliki tujuan khusus. “Pemerintah ingin sosialisasi ke seluruh rakyat Indonesia tentang apa yang sudah dikerjakan. Pesan pemerintah ditayangkan sama seperti pesan komersial, di waktu tunggu sebelum film,” kata Hasan.
Dalam video berdurasi singkat itu, ditampilkan sejumlah cuplikan kegiatan Presiden Prabowo beserta pencapaian program pemerintah. Beberapa data yang ditunjukkan antara lain total produksi beras nasional yang mencapai 21,76 juta ton hingga Agustus 2025, keberadaan 5.800 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), serta Program Makan Bergizi Gratis yang telah menjangkau 20 juta penerima manfaat sejak awal tahun.
Selain itu, video juga memperlihatkan peluncuran 80 ribu kelembagaan Koperasi Desa Merah Putih dan 100 Sekolah Rakyat. Usai video diputar, pihak bioskop menayangkan peringatan larangan merekam film, kemudian barulah film utama dimulai.
(lam)