Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Senin, 20 April 2026
home wirausaha syariah detail berita

Sinergi Indonesia, Malaysia, dan Singapura Perkuat Industri Halal ASEAN Menuju Pusat Dunia

tim langit 7 Selasa, 16 September 2025 - 14:58 WIB
Sinergi Indonesia, Malaysia, dan Singapura Perkuat Industri Halal ASEAN Menuju Pusat Dunia
LANGIT7.ID-Jakarta; Industri halal saat ini menjadi salah satu sektor paling strategis yang berperan besar dalam perekonomian global. Dengan jumlah konsumen muslim yang terus bertambah, kebutuhan akan produk dan layanan halal mendorong negara-negara untuk saling bersinergi. Momentum itu semakin nyata melalui forum internasional di Johor, Malaysia, yang mengangkat tema pentingnya aturan halal lintas negara.

Seminar internasional bertajuk “Aturan Lintas Halal Membentuk Sebuah Perspektif Masa Depan” digelar pada 10 September 2025 di Sunway Hotel Big Box, Iskandar Puteri, Johor. Kegiatan ini diinisiasi oleh Kerajaan Negeri Johor melalui Majelis Agama Islam Johor (MAINJ) dan diikuti lebih dari 300 peserta dari berbagai unsur. Kehadiran perwakilan pemerintah, akademisi, pelaku usaha, mahasiswa, hingga masyarakat umum menunjukkan tingginya perhatian terhadap masa depan industri halal global.

Corporate Secretary LPPOM, Raafqi Ranasasmita, mewakili Indonesia dalam forum tersebut. Ia mengingatkan bahwa halal merupakan kewajiban bagi umat Islam. Namun, menurutnya, kesadaran masyarakat di negara mayoritas muslim justru masih rendah dalam memastikan legalitas halal, berbeda dengan komunitas muslim minoritas yang lebih disiplin mengurus sertifikasi. Raafqi menekankan bahwa sertifikat halal bukan sekadar formalitas, melainkan kebutuhan nyata untuk melindungi konsumen sekaligus meningkatkan daya saing bisnis.

Ia juga menyoroti kebiasaan masyarakat Indonesia yang hanya mengenal satu logo halal, sehingga produk dari luar negeri meskipun sudah memiliki sertifikasi halal negara lain tetap harus mengurus izin BPJPH sebelum masuk pasar. “Banyak usahawan muslim yang mungkin merasa, wah saya muslim tujuh turunan. Untuk apa saya urus halal? Sementara ketika kita ke China, ke Jepang, ke Perancis, kita lihat orang itu yang tidak mengenal Islam tetapi mereka punya commitment terhadap quality dan halal sedemikian tinggi,” ujar dia dalam keterangannya, Selasa (16/9/2025).

Lebih lanjut, ia menyinggung ketergantungan Indonesia terhadap impor daging dan susu yang masih sangat tinggi. Padahal, lahan luas bisa menjadi modal besar untuk mengurangi impor jika ada penguatan ekosistem halal domestik di kawasan ASEAN. Harapannya, kerja sama lintas negara mampu memperkuat sektor pangan lokal agar tidak bergantung sepenuhnya pada pasokan luar negeri.

Dari Malaysia, Direktur Bagian Pengurusan Halal JAKIM, YBrs. Ustaz Muhyidin Bin Aziz Saari, menjelaskan bahwa pihaknya menerapkan aturan ketat terhadap produk daging. Rumah potong hewan harus disetujui DVS (Department of Veterinary Services) dan audit dilakukan bersama JAKIM serta DVS. Dengan aturan ini, sertifikat halal saja belum cukup jika proses pemotongan tidak sesuai standar.

Perspektif berbeda datang dari Singapura melalui Mohamed Khair Bin Mohamed Noor, CEO SuChi Success Initiatives Pte. Ltd. Ia menegaskan bahwa Singapura lebih menekankan kolaborasi daripada kompetisi. “Singapura tidak ada masalah menerima produk halal dari Indonesia dan Malaysia. Bahkan kalau ada bahan yang sulit didapat, biasanya langsung disarankan cari yang ada logo JAKIM-nya atau Halal Indonesia. Artinya, dalam hal ini, lebih banyak kerja sama dibanding persaingan,” jelasnya.

Ia memberi contoh produk daging asal China yang baru bisa masuk ke Malaysia dan Singapura setelah lebih dulu mengantongi sertifikat halal dari BPJPH Indonesia. Hal ini memperlihatkan bagaimana aturan halal lintas negara bisa saling menguatkan dan menjadi jembatan kolaborasi regional.

Seminar ini akhirnya menegaskan bahwa harmonisasi aturan halal bukan sekadar soal teknis regulasi, melainkan strategi membangun kepercayaan konsumen muslim dunia. Sinergi Indonesia, Malaysia, dan Singapura dinilai akan menjadi pijakan penting untuk menjadikan ASEAN pusat industri halal global.

LPPOM juga menegaskan komitmennya untuk terus mendorong harmonisasi sertifikasi halal lintas negara. Dukungan ini bukan hanya soal regulasi, melainkan juga jaminan mutu, perlindungan konsumen, dan tumbuhnya pelaku usaha halal yang berdaya saing internasional.

(lam)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Senin 20 April 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:14
Maghrib
17:53
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)