Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Ahad, 19 April 2026
home lifestyle muslim detail berita

Resep Nabawi Madu Peram Buah untuk Imunitas, Waspadai Masa Simpan

Ilham Rabu, 14 Juli 2021 - 09:04 WIB
Resep Nabawi Madu Peram Buah untuk Imunitas, Waspadai Masa Simpan
Madu peram buah bermanfaat untuk menjaga imunitas dan stamina. Foto: Langit7.id/Istock
LANGIT7.ID - Tak ada yang meragukan khasiat madu, apalagi sebagai salah satu makanan yang disebut dalam Al Qur'an, yakni Surat An Nahl ayat 68-69. Hasil percampuran ludah lebah dan nektar membuat makanan ini istimewa

Berdasar nilaigizi.com, madu memiliki kandungan nutrisi kompleks, seperti vitamin B2, B3, dan C plus mineral kalsium, fosfor, kalium, tembaga, besi dan seng. Sementara, sifatnya yang asam membuat madu bersifat antibakteri.

Madu memiliki tingkat pH antara 3,26 hingga 4,48. Keasaman yang tinggi akan membunuh bakteri lain yang mencoba bertahan hidup dalam madu.

Khasiat madu juga ditegaskan oleh Rasulullah SAW.

"Madu adalah penyembuh bagi segala penyakit dan Al-Qur'an adalah penyembuh terhadap apa yang ada di dalam dada. Maka bagi kalian terdapat dua penyembuhan; Al-Qur'an dan madu." (HR. Ibnu Majah, 3452 dari hadist Ibnu Mas'ud).

Sejumlah penelitian ilmiah menyatakan bahwa madu memiliki enzim yang mampu menstimulus kesehatan tubuh manusia dengan meningkatkan zat antibodi untuk melawan penyakit yang menyerang.

Pernyatan itu pernah disampaikan pada muktamar kedua kedokteran Islam di Kuwait pada 1982 yang dihadiri 24 negara baik dari Timur Tengah, negara Islam maupun Eropa.

Maka, dalam situasi pandemi mengonsumsi madu termasuk ikhtiar yang dianjurkan untuk menjaga stamina tubuh. Makanan ini bisa dikonsumsi langsung, seperti cara Rasulullah, yakni dikulum langsung tanpa dilarutkan dalam air.

Namun tak ada salahnya meracik madu dengan bahan-bahan lain tetap dengan konsep thibbun nabawi. Salah satunya yang menarik dicoba adalah infused honey atau madu yang diresapi bahan-bahan lain.

Satu resep dibagikan oleh influencer Instagram, Dini D.K Wardhani, yang juga penulis buku dan penggiat lingkungan. Beberapa kali ia menekankan pentingnya ketahanan keluarga, terutama di masa pandemi.

Bahan yang diperlukan madu peram cukup sederhana dan mudah diperoleh di pasar lokal terdekat. Kuncinya di sini adalah menggunakan madu murni tanpa tambahan air dan memilih bahan apa yang hendak direndam.

Herbal bisa jadi pilihan karena manfaatnya. Untuk resep kali ini yang digunakan yakni jahe dan kunyit dimemarkan, cengkeh, secang, bunga lawang, kapulaga, kayu manis bubuk.

Semua bahan-bahan tadi, tulis Dini, dipotong-potong lalu dimasukkan kedalam madu di toples. "Selain, bahan di atas bisa ditambah sereh, temulawak atau apa aja yang ada di rumah," ujarnya.

“Terakhir kemarin saya tambah Quds al Hindi. Sebisa mungkin madunya merendam semua isinya,” tulisnya lagi.

Untuk Quds Al Hindi, menurut Dini, bisa dipakai atau tidak, tergantung kebutuhan. Namun, apabila untuk mencegah penyakit covid-19, sebaiknya dicampurkan. Karena Quds Al Hindi merupakan bahan yang terdapat di hadis dan bisa menyembuhkan segala penyakit di antaranya radang paru.

Setelah semua bahan dimasukkan ke toples berisi madu, berikutnya didiamkan selama enam jam. Kemudian lemon ditekan-tekan dengan sendok kayu agar airnya keluar. Langkah berikut simpan ramuan di kulkas untuk memperlambat fermentasi.

Dini menambahkan infused honey ini harus habis diminum dalam tiga hari, jika dalam suhu ruangan, sedangkan di kulkas bisa tujuh hari.

“Untuk kehatian-hatian selalu buat baru setelah tiga hari. Untuk ampas bahan-bahan di atas masih disaring lalu diseduh dengan air hangat,” pesannya. Ia juga menganjurkan tidak membuang ampas karena bisa dicampurkan dengan teh hangat atau minuman lain sesuai selera.

Dini juga mengingatkan bahwa resep ini bukanlah pengganti ikhtiar berobat ke dokter. "Ini hanya immune booster, paling tidak dikonsumsi sebagai upaya agar tubuh tetap fit tak mudah drop," katanya kepada LANGIT7, Rabu (14/7/2021).

Mengapa Harus di Minum Tiga Hari?

Menurut Dosen Teknologi Pangan dan Gizi IPB, Anton Apriyantono, jus dan air peraman memang menawarkan kesegaran kala kita dahaga, di samping memberikan pasokan vitamin bagi tubuh. Tak mengherankan bisa menjadi minuman kesehatan yang digandrungi orang.

Meski demikian, kita mesti seksama memperlakukan dan mengonsumsinya, terutama terkait dengan waktu simpan. Karena, minuman yang tadinya halal bisa berubah menjadi khamar yang berhukum haram dikonsumsi.

Ini terjadi lantaran minuman tersebut mengalami proses fermentasi alkohol secara tak sengaja. Ia menyatakan bahwa ada sejumlah riwayat dalam hadis yang memberikan penjelasan tentang perubahan hukum pada minuman seperti jus dan air peraman yang disimpan dalam waktu tertentu. Hadists sekaligus menunjukan bahwa tradisi membuat air peraman ada sejak zaman Rasulullah.

Dalam Hadits Ahmad yang diriwayatkan dari Abdullah bin Umar, dituturkan bahwa Rasulullah Muhammad bersabda agar meminum jus selagi ia (buah yang diperam) belum keras. Para sahabat terheran dan bertanya,

''Berapa lama ia menjadi keras? Lalu Rasulullah SAW menjawab minuman itu akan berubah menjadi keras dalam tiga hari.”

''Berdasarkan keterangan tersebut, minuman yang diperam atau disimpan pada suhu kamar dan kondisi terbuka lebih dari dua hari akan berubah menjadi khamar, tentu hukumnya berubah menjadi haram,'' katanya

(arp)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Ahad 19 April 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:14
Maghrib
17:53
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)