LANGIT7.ID–Jakarta; PT Bank Aladin Syariah Tbk (BANK) berhasil menorehkan pencapaian luar biasa sepanjang kuartal III 2025. Bank digital syariah ini mencatat laba bersih sebesar Rp128,15 miliar, berbalik tajam dari posisi rugi Rp79 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Peningkatan tersebut setara dengan lonjakan 262,21 persen yang menegaskan efektivitas strategi efisiensi dan penguatan layanan digital yang dijalankan perusahaan.
Berdasarkan laporan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (17/10/2025), peningkatan laba tersebut turut mengerek laba per saham menjadi Rp9 dari sebelumnya Rp6. Sementara pendapatan pengelolaan dana oleh bank sebagai mudharib juga ikut meroket menjadi Rp595,57 miliar, dibandingkan Rp428,01 miliar di periode sama tahun sebelumnya.
Pendapatan dari kegiatan jual beli, bagi hasil, dan ujrah tercatat Rp436,51 miliar, melonjak dari Rp300,77 miliar. Sedangkan pendapatan usaha utama lainnya naik ke Rp159,06 miliar dari Rp127,23 miliar. Adapun hak pihak ketiga atas bagi hasil dan syirkah temporer meningkat signifikan menjadi Rp347,59 miliar dari sebelumnya Rp218,91 miliar. Dengan begitu, hak bagi hasil milik bank juga terkerek menjadi Rp247,98 miliar dari Rp209,09 miliar.
Bank Aladin Syariah juga mencatat kenaikan tajam dalam pendapatan usaha lainnya yang menembus Rp368,96 miliar, jauh lebih tinggi dibanding Rp99,82 miliar tahun lalu. Kenaikan tersebut ditopang oleh pendapatan imbalan jasa perbankan yang naik drastis menjadi Rp328,1 miliar dari Rp87,58 miliar, serta keuntungan atas penjualan surat berharga sebesar Rp40,8 miliar, naik dari Rp12,25 miliar. Bahkan, laba selisih kurs juga berbalik positif Rp50 juta dari sebelumnya minus Rp17 juta.
Dari sisi beban, pembentukan cadangan kerugian penurunan nilai aset produktif meningkat menjadi Rp34,66 miliar dari Rp4 miliar. Total beban operasional naik menjadi Rp452,09 miliar dibanding Rp385,82 miliar di tahun sebelumnya. Namun, efisiensi masih terlihat dari beban gaji dan kesejahteraan karyawan yang turun menjadi Rp111,7 miliar dari Rp153,8 miliar. Sementara itu, beban umum dan administrasi naik ke Rp231,37 miliar dari Rp132,76 miliar, dan beban promosi sedikit turun ke Rp63,91 miliar dari Rp64,36 miliar.
Di sisi lain, penyusutan dan amortisasi membengkak menjadi Rp33,05 miliar dari Rp22,86 miliar, seiring peningkatan aset produktif dan penguatan infrastruktur digital. Secara keseluruhan, ekuitas Bank Aladin Syariah kini mencapai Rp3,27 triliun, meningkat dari Rp3,13 triliun pada akhir tahun sebelumnya.
Pertumbuhan juga tampak pada dana syirkah temporer yang melesat menjadi Rp8,75 triliun dibanding Rp5,41 triliun di tahun lalu. Sementara total liabilitas mengalami penurunan menjadi Rp760,56 miliar dari Rp813,46 miliar, menunjukkan kondisi keuangan yang semakin solid. Dengan total aset yang kini mencapai Rp12,79 triliun, naik dari Rp9,36 triliun, Bank Aladin Syariah menunjukkan langkah pasti menuju fondasi bisnis syariah yang lebih kuat dan berkelanjutan.
(lam)