LANGIT7.ID, Jakarta - Indonesia menjadi salah satu negara yang terbaik dalam penanganan pandemi Covid-19. Hal itu disampaikan Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto.
Menurut Airlangga, kasus aktif di Indonesia per 3 Oktober 2021 berhasil turun 94,59% dari puncak kasus 24 Juli 2021 dan turun 53,81% dalam dua minggu terakhir. Ia menilai penurunan didasarkan pada strategi penanganan pandemi pada sisi hulu, seperti pencegahan melalui PPKM, peningkatan testing dan tracing, dan akselerasi vaksinasi.
"World Bank mengapresiasi kecepatan pelaksanaan vaksinasi di Indonesia yang sudah mencapai lebih dari 100 juta dosis. Capaian tersebut tak lepas dari kebijakan percepatan vaksinasi yang terus dilakukan dengan melibatkan TNI dan Polri," kata Menko dalam keterangan resminya di Jakarta, Kamis (7/10).
Atas kolaborasi penanganan tersebut, Indonesia juga menjadi salah satu negara dengan capaian terbaik vaksinasi di peringkat ke-5 dunia dalam hal jumlah penyuntikan dosis pertama serta berada di peringkat ke-6 dunia dalam jumlah total suntikan vaksinasi Covid-19.
Baca juga:
Digitalisasi jadi Kesempatan Emas di Era New NormalSementara strategi penanganan Covid-19 di hilir, penanganan pasien Covid-19 dengan Isolasi Terpusat (Isoter) yang memanfaatkan Rusun, Hotel, Asrama Haji, dan Kapal PELNI. Airlangga mengatakan, Isoter merupakan kebijakan yang tidak ditemui di negara lain.
"Beberapa kebijakan yang berbeda yang tidak dilakukan oleh negara lain adalah Isolasi Terpusat, yakni isolasi mandiri di rumah dan di rumah sakit. Karena kita tahu masyarakat tidak semuanya mempunyai rumah yang bisa melakukan isolasi mandiri," ujarnya.
Meski demikian, Airlangga mengingatkan agar masyarakat tetap waspada mengingat pandemi belum berakhir. Ia berharap segala pencapaian yang baik tersebut dapat dipertahankan dalam rangka transisi dari pandemi menuju endemi.
"Saat ini, Pemerintah telah menyiapkan roadmap menuju era normal baru yang syarat utamanya adalah sudah tercapainya kekebalan kelompok (herd immunity), intensifikasi vaksinasi hingga 2,5 juta dosis/hari, dan kasus baru kurang dari 5 ribu," jelasnya.
(sof)