LANGIT7.ID–Jakarta; Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mencatat tonggak penting dalam pengelolaan sanitasi dengan meresmikan instalasi biogas komunal di tiga wilayah Jakarta Timur, yakni Kelurahan Pekayon, Rambutan, dan Bidara Cina, pada Kamis (13/11/2025). Program ini bukan sekadar menghadirkan fasilitas baru, tetapi juga menjadi bukti bahwa kawasan tersebut kini sepenuhnya bebas dari praktik buang air besar (BAB) sembarangan.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, yang hadir langsung dalam acara peresmian, menyebut pencapaian ini sebagai model keberhasilan integrasi sanitasi komunal dengan pengolahan limbah menjadi energi alternatif. Ia menegaskan bahwa wilayah Jakarta Timur berhasil menunjukkan bagaimana limbah rumah tangga dapat dimanfaatkan menjadi sumber ekonomi baru sekaligus energi bersih bagi masyarakat.
"Jakarta Timur kini sepenuhnya bebas BAB terbuka. Semua sudah memanfaatkan sistem sanitasi yang sehat dan ramah lingkungan. Program seperti ini bukan hanya soal kebersihan, tapi juga ekonomi keluarga," kata Pramono di lokasi Komunal Biogas Kelurahan Pekayon, dikutip Jumat (14/11/2025).
Hasil olahan limbah rumah tangga melalui sistem biogas tersebut kini dapat digunakan warga untuk keperluan memasak sehari-hari. Berdasarkan perhitungan Pemprov DKI, keluarga kecil dengan satu hingga dua anak dapat menghemat biaya energi hingga Rp1,2 juta setiap tahun.
Wali Kota Jakarta Timur, Munjirin, menjelaskan bahwa keberhasilan menekan angka BAB sembarangan hingga nol persen didukung oleh pembangunan tangki septik komunal di seluruh wilayah. Limbah yang dikumpulkan dari sistem tersebut diolah menjadi biogas dan dialirkan ke rumah-rumah sekitar.
"Dulu, sebagian warga belum memiliki fasilitas sanitasi memadai. Sekarang, semua sudah tertangani. Limbah yang sebelumnya berpotensi mencemari lingkungan kini diubah menjadi biogas yang bisa digunakan untuk kebutuhan rumah tangga," tegas Munjirin.
Ia menambahkan, pencapaian ini tak hanya ditopang infrastruktur, melainkan juga edukasi serta keterlibatan aktif masyarakat menjaga lingkungan. Sejumlah warga pun mengaku langsung merasakan manfaat program tersebut. "Ini sangat bermanfaat untuk masyarakat dan penggunaannya lebih aman," singkatnya.
Dari sisi kesehatan publik, Ketua Umum Relawan Kesehatan (Rekan) Indonesia, Agung Nugroho, menilai langkah Pemprov DKI Jakarta memiliki dampak signifikan terhadap peningkatan derajat kesehatan warga.
"Ketika perilaku BAB sembarangan bisa ditekan hingga nol persen, otomatis risiko penyakit berbasis lingkungan ikut menurun mulai dari diare, infeksi saluran pencernaan, hingga stunting," kata Agung.
Menurutnya, keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa infrastruktur sanitasi yang berkelanjutan dapat memperkuat pondasi kesehatan masyarakat sekaligus menekan beban lingkungan. Ia juga menyoroti bahwa konversi limbah menjadi energi biogas menjadi bagian penting dalam upaya Jakarta menuju kota global yang tangguh terhadap perubahan iklim.
"Selain memperbaiki sanitasi, program ini juga memperkuat komitmen Jakarta terhadap pengurangan emisi dan energi terbarukan," ungkapnya.
Momentum peresmian diakhiri dengan penandatanganan prasasti oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, disaksikan oleh Wali Kota Jakarta Timur Munjirin dan perwakilan warga penerima manfaat — menandai babak baru Jakarta Timur sebagai contoh nyata kota dengan sistem sanitasi bersih dan ramah lingkungan.
(lam)