LANGIT7.ID-, New York -
Zohran Mamdani, wali kota terpilih New York City, menyerukan untuk
boikot gerai kopi ikonik Starbucks karena praktik perburuhan yang tidak adil.
"Para pekerja Starbucks di seluruh negeri sedang melakukan mogok kerja Praktik
Perburuhan yang Tidak Adil, memperjuangkan kontrak yang adil," tulis Mamdani di akun X miliknya, dikutip Sabtu (15/11/2025).
Baca juga: Rasional dan Proporsional Dalam Menyikapi Zohran MamdaniMamdani menegaskan bahwa dirinya akan tetap menyetop membeli kopi di Starbucks selama para pekerjanya masih mogok.
Wali kota Muslim pertama di NYC itu pun mengajak masyarakat untuk ikut
memboikot gerai kopi tersebut.
"Selama para pekerja mogok, saya tidak akan membeli Starbucks apa pun, dan saya meminta Anda untuk bergabung dengan kami," cuitnya.
Dikutip dari Business Insider, aksi mogok barista Starbucks meletus di lebih dari 65 gerai di AS, bertepatan dengan Hari Red Cup. Mereka menuntut kenaikan upah dan jam kerja manusiawi.
Baca juga: Kemenangan Zohran Mamdani Bukan Simbolis Tapi TransformasionalDi AS, Starbucks memiliki 16.864 toko, menurut laporan pendapatan terbarunya.
Ini adalah pemogokan keempat yang diselenggarakan oleh serikat pekerja sejak 2023, dan yang ketiga terjadi sejak CEO Brian Niccol mulai memimpin perusahaan pada bulan September 2024.
Dukungan Mamdani kepada para barista yang mogok merupakan indikasi awal bagaimana ia dapat memanfaatkan pengaruhnya sebagai wali kota New York City.
Anggota dewan negara bagian dari Partai Sosialis Demokrat ini telah lama memposisikan dirinya sebagai sekutu bagi para buruh.
Baca juga: Zohran Mamdani Menang Pemilu Walkot NYC, Donald Trump Tantrum"Bersama-sama, kita dapat mengirimkan pesan yang kuat," tulis Mamdani pada Jumat. "Tidak ada kontrak, tidak ada kopi." tegasnya.
(est)