LANGIT7.ID-, Washington - Presiden Amerika Serikat
Donald Trump menyebut kekalahan Partai Republik dalam pemilu AS yang digelar Selasa (4/11/2025) disebabkan oleh
shutdown pemerintah.
Hal tersebut disampaikan Trump melalui unggahan di Truth Social. Ia mengatakan kondisi pemerintah yang sedang shutdown juga absennya ia dalam surat suara menjadi penyebab Republik kalah dari
Partai Demokrat.
"Trump tidak ada dalam surat suara dan
shutdown (pemerintah) merupakan dua alasan Partai Republik kalah dalam pemilu malam ini, menurut lembaga survei," tulis Trump di media sosialnya tersebut.
Baca juga: Kemenangan Zohran Mamdani sebagai Wali Kota New York, Simbol Perubahan Tradisi LamaSebelumnya, Trump juga menyebut orang Yahudi yang memilih kandidat wali kota New York City dari Partai Demokrat,
Zohran Mamdani, adalah "orang bodoh".
Pernyataan Trump ini merupakan yang terbaru dari serangkaian komentar selama ia menjabat sebagai
presiden AS.
Beberapa pernyataan yang dikeluarkan Trump kebanyakan menyebut orang Yahudi Amerika memilih untuk melawan kepentingannya sendiri.
"Setiap orang Yahudi yang memilih Zohran Mamdani, seorang yang terbukti dan mengaku sebagai PEMBENCI
YAHUDI, adalah orang bodoh!!!!" tulis Trump di Truth Social, seperti dilaporkan Reuters, Rabu (5/11/2025).
Sebelumnya pada Senin (3/11/2025), lewat media sosialnya, Trump mendesak warga New York untuk memilih eks Gubernur New York, Andrew Cuomo.
Ia juga mengancam akan menahan dana federal dari Kota New York jika Mamdani memenangkan pemilihan.
Zohran Mamdani, kandidat dari Partai Demokrat, mengaku bangga sebagai seorang Muslim. Dalam setiap pernyataannya Mamdani selalu kritis terhadap pemerintah Israel.
Baca juga: Pidato Kemenangan Zohran Mamdani: Janji Hilangkan Islamofobia di New YorkKritik kerasnya pada Israel membuat Mamdani kemudian dilabeli sebagai anti-Semistime oleh banyak pemimpin Partai Republik.
Popularitas Trump dan rekan-rekan Republiknya telah hilang di kalangan Yahudi Amerika. Dalam survei Pew Research Center pada September 2024, Trump tertinggal dari kandidat presiden dari Partai Demokrat saat itu, Kamala Harris, dengan selisih sekitar 32 poin persentase.
"Jika saya tidak memenangkan pemilihan ini—dan orang-orang Yahudi akan sangat berperan jika itu terjadi karena jika 40 persen, maksud saya, 60 persen orang memilih musuh—Israel, menurut pendapat saya, akan lenyap dalam dua tahun," kata Trump dalam pertemuan puncak Israel-Amerika menjelang pemilihannya tahun lalu.
(est)