LANGIT7.ID-Jakarta; Kesamaan cara pandang Indonesia dan Pakistan terhadap praktik Islam menjadi titik tekan utama Presiden Prabowo Subianto saat bertemu Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, di Islamabad. Menurut Prabowo, karakter Islam moderat yang berkembang di kedua negara bukan hanya identitas keagamaan, tetapi fondasi penting yang membentuk hubungan politik, sosial, dan kerja sama antarbangsa.
Dalam pernyataannya, Prabowo menegaskan bahwa prinsip inklusivitas dan toleransi yang dihidupi masyarakat kedua negara telah menjadi kekuatan strategis. Ia menyebut kesamaan itu sebagai modal besar dalam memperkokoh kolaborasi lintas sektor. “Kita berdua mungkin merupakan negara Muslim terbesar di dunia. Namun, Islam kita adalah Islam moderat yang mendorong inklusivitas dan toleransi,” ujar Prabowo dalam keterangannya, Rabu (10/12/2025).
Prabowo kemudian menautkan karakter Islam tersebut dengan kedalaman hubungan Indonesia–Pakistan sejak masa awal kebangsaan. Ia menilai bahwa persaudaraan sejarah itu semakin relevan ketika kedua negara menghadapi tantangan modern, sehingga kerja sama bisa diarahkan untuk memberi hasil konkret bagi rakyat. “Saya pikir sangat penting bagi kita, kini dan nanti, untuk memanfaatkan sejarah serta ikatan persaudaraan ini untuk memberi manfaat bagi rakyat kita di berbagai bidang,” katanya.
Baca juga: Momen Hangat Prabowo di Islamabad: Disambut Zardari hingga Dianugerahi Nishan-e-PakistanMeski fokus utamanya adalah kesamaan nilai Islam moderat, Prabowo tetap menyoroti sektor-sektor yang dapat dipercepat pengembangannya melalui prinsip yang sama. Salah satunya adalah bidang kesehatan. Ia mengungkapkan bahwa Pakistan siap mengirim dokter dan tenaga kesehatan untuk menjawab kebutuhan tenaga medis Indonesia. Dukungan ini sejalan dengan program besar yang sedang dibangun pemerintah dalam pendidikan kesehatan nasional. “Kami memiliki kebutuhan besar untuk dokter dan dokter gigi. Saya sedang memulai program besar-besaran di bidang pendidikan kesehatan. Jadi, bantuan Pakistan akan sangat strategis dan krusial bagi kami. Kami sangat menghargainya,” tuturnya.
Agar kerja sama bernilai praktik, Prabowo menyampaikan bahwa para menterinya sudah diperintahkan untuk bergerak cepat. Ia menegaskan bahwa karakter Islam moderat yang sama-sama dijunjung kedua negara menjadi dasar yang memperlancar kolaborasi, baik untuk kesehatan maupun bidang lainnya di masa mendatang.
(lam)