LANGIT7.ID - , Jakarta - Lezatnya rendang, makananan khas Indonesia berbahan daging, ternyata tak hanya populer di tanah air saja. Dunia pun mengakui keistimewaan rendang Indonesia.
Tahun 2011 lalu, survei CNN Internasional membuktikan bahwa rendang merupakan makanan terenak di dunia. Bahkan, rendang menduduki peringkat teratas dalam World's 50 Delicious Food dan mengalahkan makanan dari negara lain seperti sushi (Jepang), pad thai (Thailand), peking duck (China) dan banyak lagi.
Ini membuktikan kelezatan makanan khas daerah Sumatera ini bukan hanya cocok di lidah orang Indonesia, tapi juga pas menjadi selera masyarakat belahan dunia lain.
Adalah Meisya Siregar, selebritis Indonesia, yang mencoba peruntungan berjualan rendang. Mengusung merek "Rendang Nantulang", atau berarti rendangnya tante menurut bahasa Batak, Meisya dibantu saudaranya memproduksi rendang sendiri.
Baca juga : Mentalitas Seperti Rasulullah Modal Penting Rintis WirausahaTahun 2012 menjadi penanda mulainya bisnis kuliner istri dari Bebi Romeo ini. Hingga saat ini rendangnya masih bertahan dan bahkan mulai meluaskan pasar dengan menjadi mitra di beberapa
e-commerce. Bukan tanpa perjuangan Meisya mempertahankan bisnisnya ini. Jebolan Gadis Sampul ini bahkan mengaku pernah dimaki konsumen dari Jayapura di awal bisnisnya berjalan.
Saat itu Meisya masih membungkus rendangnya menggunakan plastik biasa. Agar tak membuat rendang produksinya rusak di jalan, karena pengirimannya yang jauh, Meisya pun menggunakan
container box. "Jadi waktu kemasannya masih pakai plastik biasa, ada pembeli dari Jayapura memesan rendang. Dikirimlah pakai
container box agar tidak rusak kemasannya. Berusaha sebisa mungkin biar awet diperjalanan," cerita Meisya saat diwawancara oleh Langit7 pada (07/10/2021).
Sayangnya, usaha tersebut tak membuahkan hasil. Rendang buatannya malah menjadi bau saat sampai di tujuan.
"Ternyata sampai Papua, (rendang) bau
dong. Kontainernya pun pecah," ujar Ibu tiga anak ini.
Merasa bertanggungjawab, Meisya pun menghubungi pembeli dan siap mengganti kerugian. Tapi bukannya mendapat simpati karena keseriusannya untuk bertanggung jawab, Meisya malah mendapatkan makian dari konsumen yang jauh di ujung Indonesia itu.
"Semua makian aku telan aja. Aku posisikan diriku sebagai pedagang biasa, lepasin semua profesi-profesi aku saat itu." kata Meisya.
Tapi dari pengalaman itu, Meisya mendapat banyak pelajaran. Keinginan untuk mewujudkan rendang yang bisa dikonsumsi oleh orang-orang yang jauh dan tahan lama tanpa dimasukkan ke
freezer akhirnya bisa diwujudkan.
Meisya pun mulai riset mencari
packaging yang terbaik, kendati harganya mahal. Hingga akhirnya Meisya, yang juga memiliki bisnis fashion, memakai kemasan yang awet di ekspedisi dan aman ini sampai sekarang.
"Sering banget dibawa para jamaah umroh juga loh," imbuhnya.
Sama seperti pebisnis lainnya yang memiliki ketakutan untuk mulai mencoba sebuah bisnis, Meisya pun sempat mengalami hal itu. Dirinya mengaku memiliki ketakutan munculnya persepsi di masyarakat bahwa dirinya tak lagi laku di dunia hiburan dengan beralih ke wirausaha.
Baca juga : Latih Kemandirian, Sekolah Cendekia BAZNAS Ajari Siswa Berwirausaha"Waktu itu sedikit artis yang jualan. Jadi sempat takut dibilang nggak laku lagi jadi artis, makannya jualan rendang." seloroh pemilik usaha cemilan "Jajanan Nengmesa" ini.
Tapi keraguan tersebut ditepisnya dengan suntikan motivasi dari sang suami. Apalagi jika melihat perkembangan dunia artis saat ini yang mulai banyak berbisnis, Meisya bersyukur karena sudah memulainya lebih dulu.
"Tapi sekarang bersyukur banget karena aku udah mulai duluan, sekarang kita lihat
kan, semua artis juga jualan." ujar presenter keturunan Batak ini.
Saat wawancara berlangsung, Meisya juga membocorkan tipsnya berbisnis hingga bisa berkembang sampai saat ini. Latarbelakangnya yang sarjana marketing menjadi modal dasar untuk Meisya terjun ke dunia usaha.
"Aku
kan dulu kuliah marketing, makanya yang aku cari adalah peluang dan peluang."
Selain harus pandai melihat peluang, seorangn pebisnis harus pandai mengikuti perkembangan zaman.
"Dulu pertama kali buka usaha Rendang, cukup dengan Facebook dan BBM yang aku jadikan tempat promosi. Tapi sekarang harus ada di Instagram dan TikTok. Pokoknya kita harus beradaptasi" ungkap Meisya.
Rahasia lain yang masih dilakukannya hingga kini adalah 'meng-
handle' sendiri akun media sosial usahanya. Tujuannya agar lebih dekat dengan pelanggan langsung dan bisa tahu apa yang menjadi masukan dari pelanggan.
"Usaha sekarang memang udah jalan,
auto pilot. Tapi aku tetap pantau sosial medianya. Walaupun ditawari untuk ada admin, aku tetap mau pegang sendiri, biar lebih dekat dengan pelanggan." kata Meisya yang bersyukur saat pandemi usahanya tidak terlalu berdampak.
Rendang Nantulang yang dijual Meisya sendiri terdiri dari beberapa jenis, yaitu rendang paru, jengkol, ayam, daging, limpa, kerang dan telur. Menjaga kualitas, Meisya pun mengimpor bahan utama dari rendang dagingnya. Tak hanya itu, Rendang Nantulang pun menghadirkan varian baru yaitu rice bowl "Dang Bowl Nantulang".
(est)