Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 18 April 2026
home wirausaha syariah detail berita

Mentalitas Seperti Rasulullah Modal Penting Rintis Wirausaha

arif purniawan Rabu, 29 September 2021 - 12:25 WIB
Mentalitas Seperti Rasulullah Modal Penting Rintis Wirausaha
Konsultan bisnis Iksa.Id, Ikhwan Syaefulloh. Foto: Langit7/Arif
LANGIT7.ID, Semarang - Mentalitas memiliki pengaruh besar dalam menentukan kesuksesan seseorang dalam menjalankan wirausaha. Modal menjadi seorang enterpreuner, bukan semata-mata hanya sisi spiritual saja yang diagung-agungkan, tapi juga membutuhkaan mental berani kehilangan uang, kehilangan kehormatan, dicaci maki dan kehilangan segalanya.

Hal itu disampaikan konsultan bisnis Iksa.Id, Ikhwan Syaefulloh, saat menjadi narasumber pod cast di Kaje Preneur Academi baru-baru ini. Ia menyoroti saat ini banyak anak muda yang menjalankan bisnis, tapi tidak dilandasi dengan mental yang kuat, seperti yang ada pada diri Nabi Muhammad SAW.

“Rasulullah secara spiritual terdirik secara baik, dari kecil sudah sangat bagus. Namun, untuk dia ke Syam jualan dengan membawa hampir 20 unta, umur di bawah 20 tahun yang membuat dia ke sana bukan spiritual, tapi mental. Berani menerobos negara. Dengan membawa barang yang belum tentu orang itu mau beli,” kata Ikhwan.

Baca juga: Logo Baru Kemenkop UKM, Transformasi Tubuh Kementerian Lebih Modern

Rasulullah membawa pasukan, misalkan 5 unta sebagai perbekalan makanan, tenda dan lain-lain. Jika tidak punya mental, bisa mengelola, pasti sudah gagal di tengah gurun pasir. Ia pun mengaku pernah bertanya soal trik anak muda, memulai usaha meniru Rasululah atau siapa? Jika meniru Rasulullah, spiritual sudah punya. Sekarang mental yang harus dilakukan.

“Mau kulakan ke Yogyakarta, males. Kulakan barang cuma direct message. Dalam struktur bisnis Rasulullah, dia tau supliyer yang harus diambil, tahu mana barang yang kualitas dan tidak,” ucapnya.

Dikatakan, untuk bergerak seseorang perlu mental. Spiritual untuk meluruskan, menenangkan, sementara mental untuk membongkar sesuatu yang jadi dogma. Andaikan 10 orang ada yang belajar bisnis, akan muncul satu berbeda karena mental.

“Tapi kalau spiritual, bisa saja semuanya anak UIN, anak Unnes. Pesannya, mentalitas dibangun dari fondasi perjalanan, percobaan, trial, (akan) ada hadiah saya pikir. Mentalitas yang bagus, akan membuat seorang memiliki kualitas. Dan dari kualitas itu, secara intelektualitas pasti berbeda. Banyak sekali, di teman-teman anak muda yan mendadak soleh dan solehah, yang mengagungkan itu, tidak melalui proses mentalitas itu, akhirnya kacau. Bikin pohon mentalitas, di sana penuh risiko,” ujarnya.

“Hari ini kalau sholat, tidak mengeluarkan uang. Ia tidak takut. Kalau bisnis, kehilangan uang, kehilangan kehormatan. Kehilangan semuanya. Dicaci maki. Kalau itu bisa dilakukan, saya pikir seseorang bisa melesat lebih cepat,” bebernya.

Baca juga: Baru Merasakan Manisnya Usaha Setelah Menjalankan Amalan ini

Selain mentalitas, yang membuat orang gagal dalam berbisnis adalah kesabaran. Ia menganggap semua orang sudah pintar. Yang harus dibangun itu sabar. Siapa yang menguasai kesabaran dia yang meraih kemenangan. Tapi memang butuh proses proses, karena sering kali orang pintar gagal di sabar. Punya kemampuan teori, gagal di sabar. Baik itu gagal modal, network, sabar diproses.

“Setelah sabar, metode yang paling sederhana itu tekun, mulai diri yang kita punya. Ketekunan, kadang-kadang mendatangkan malaikat penolong, versi berbagai macam. Ada yang kasihan terus dimodali, membully kita, terus jadi semangat. Yang mendasar, bisnis itu cuma satu cara yang mungkin bisa mendatangkan uang, dan peluang. Orang sering lupa, mental dan spiritual itu tumbuh berbeda,” kata dia.

Perlu diketahui, Ikhwan Syaefulloh sudah mulai berbisnis ketika kuliahnya memasuki semester 4 dengan berjualan baju di kos-kos mahasiswa di Sekaran, Gunungpati. Bermodal KTP, ia memberanikan diri kulakan celana ¾ di Pasar Johar, dengan keuntungan Rp5000 per celana.

Ia harus berjualan untuk menutup biaya hidup seorang mahasiswa karena 15 tahun silam hanya diberi uang bulanan Rp150 ribu. Dan itu cukup untuk biaya hidup selama 15 hari. Kemudian menjalankan bisnis tour dan travel, memiliki kantor dan karyawan, meski akhirnya bangkrut.

Dibalik kegagalan usaha biro perjalanannya, saat ini Ikhwan berhasil mengembangkan destinasi wisata Pikas Resort di Banjarnegara, tempat kelahirannya. Pikas Resort menawarkan wisata Arung Jeram di Serayu dan saat ini ia juga pelaku ekspor gula kelapa ke berbagai negara Eropa.

(zul)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 18 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)