Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Ahad, 24 Mei 2026
home lifestyle muslim detail berita

Mengapa Peringatan Hari Ibu di Indonesia Berbeda dengan Negara Lain? Simak Sejarahnya

lusi mahgriefie Senin, 22 Desember 2025 - 12:15 WIB
Mengapa Peringatan Hari Ibu di Indonesia Berbeda dengan Negara Lain? Simak Sejarahnya
Ilustrasi: ProFlowers
LANGIT7.ID-, Jakarta - - Setiap tanggal 22 Desember diperingati sebagai Hari Ibu. Namun hal ini hanya berlaku di Indonesia, tidak di negara lain. Bukan tanpa alasan, ternyata ada sejarahnya kenapa di Indonesia peringatan Hari Ibu jatuh pada 22 Desember.

Di Inggris, Hari Ibu atau dikenal sebagai Mothering Sunday, dirayakan pada hari Minggu keempat masa Paskah, sehingga tanggalnya berubah setiap tahun. Biasanya jatuh pada akhir Maret atau awal April.

Lalu di Amerika Serikat, peringatan Hari Ibu jatuh pada 10 Mei. Sedangkan negara-negara di Eropa merayakan Hari Ibu pada hari Minggu yang kedua di bulan Mei.

Penetapan Hari Ibu jatuh pada 22 Desember memiliki sejarah panjang dalam perjuangan para perempuan di Tanah Air.
Di Indonesia, Hari Ibu tidak semata dimaknai sebagai perayaan peran ibu dalam keluarga, melainkan juga sebagai penanda kebangkitan gerakan perempuan.

Lagi-lagi hal ini berbeda dengan Hari Ibu Internasional yang berangkat dari tradisi keluarga dan penghormatan personal, sementara Hari Ibu Nasional lahir dari ruang kongres.

Melansir laman resmi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, sejarah Hari Ibu di Indonesia berawal dari para perempuan yang terdorong untuk bersatu dalam wadah mandiri ketika Kongres Sumpah Pemuda.

Kongres Perempuan Indonesia pertama pun terselenggara dan dihadiri oleh para pimpinan kaum perempuan pada 22-25 Desember 1928 di Yogyakarta.

Saskia Wieringa dalam Penghancuran Gerakan Perempuan menyebut, para perempuan yang hadir melakukan pembahasan terkait masalah yang banyak dialami oleh wanita Indonesia, seperti minimnya akses pendidikan untuk perempuan, nasib anak-anak yatim dan janda, perkawinan anak, buruknya kawin paksa, poligami, dan pentingnya harga diri lebih tinggi di kalangan perempuan.

Kemudian dari kongres itu terbentuklah Perserikatan Perkoempoelan Perempoean Indonesia (PPPI) untuk menjadi wadah perjuangan dalam mengatasi permasalahan tersebut. Saat pembentukan dengan 20 organisasi anggotanya, PPPI bertujuan untuk berjuang bersama laki-laki dalam membela Indonesia yang berupaya untuk merdeka.

Selain itu, terdapat pula upaya untuk meningkatkan martabat perempuan Indonesia agar menjadi perempuan yang maju. Namun, pada 1929 PPPI berganti nama menjadi Perikatan Perkoempoelan Istri Indonesia (PPII).

Menurut Kemendikbud Ristek, setelah kongres kedua pada 1935 di Jakarta, Kongres Perempuan Indonesia yang ketiga pada 1938 di Bandung menjadi awal mula ditetapkannya 22 Desember sebagai Hari Ibu. Selain Hari Ibu, 22 Desember juga dijadikan sebagai tonggak sejarah bagi Kesatuan Pergerakan Perempuan Indonesia.

Tanggal 22 Desember sebagai Hari Ibu di Indonesia selanjutnya ditetapkan oleh pemerintah melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 316 Tahun 1959 tentang Hari-Hari Nasional yang Bukan Libur tertanggal 16 Desember 1959.

Hingga kini yang kita tahu adalah Hari Ibu jatuh pada 22 Desember yaitu tepat di hari ini. Selamat Hari Ibu untuk semua perempuan hebat yang hidup dengan perjuangannya masing-masing.

(lsi)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Ahad 24 Mei 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:53
Ashar
15:14
Maghrib
17:47
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)