LANGIT7.ID-Arab Saudi; Menjelang puncak musim umrah periode Desember 2025 hingga Januari 2026, Pemerintah Arab Saudi melalui Kementerian Haji dan Umrah secara resmi mengimbau seluruh jamaah dari berbagai negara untuk meningkatkan kewaspadaan dalam menjaga dan menyimpan dokumen pribadi mereka. Imbauan ini dikeluarkan seiring dengan membludaknya jumlah jamaah yang memadati Kota Makkah dan Madinah pada musim dingin tahun ini.
Dokumen: Kunci Kelancaran IbadahOtoritas Saudi menekankan bahwa paspor, kartu identitas, dan izin perjalanan resmi bukan sekadar administrasi, melainkan aspek kritis yang menentukan kelancaran ibadah. Dokumen-dokumen ini diperlukan untuk mengakses berbagai layanan, melakukan perjalanan antar kota suci, serta mempermudah proses identifikasi oleh petugas.
"Kehilangan atau kerusakan dokumen dapat berujung pada kendala administratif yang kompleks dan menyebabkan keterlambatan dalam mendapatkan bantuan yang diperlukan. Hal ini tentu dapat mengganggu kekhusyukan dan agenda ibadah," jelas pernyataan resmi dari Kementerian.
Kampanye Nasional "Safeguard Your Documents"Sebagai langkah antisipatif, Kementerian Haji dan Umrah telah meluncurkan kampanye kesadaran nasional yang menyasar jamaah umrah internasional. Kampanye ini digencarkan melalui platform digital dan kanal informasi di titik-titik keramaian, dengan materi panduan yang telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa, termasuk Bahasa Indonesia.
Inti dari kampanye ini adalah seruan praktis kepada jamaah untuk:
1. Menyimpan dokumen penting di tempat yang aman dan tetap sama selama di Tanah Suci.
2. Menghindari membawa dokumen asli kecuali sangat diperlukan, dan memanfaatkan fotokopi yang telah dilegalisir atau salinan digital yang aman.
3. Selalu siap menunjukkan dokumen ketika diminta oleh petugas berwenang.
4. Segera melapor ke otoritas setempat dan perwakilan negara masing-masing jika dokumen hilang.
Komitmen pada Layanan PrimaInisiatif ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan Pemerintah Arab Saudi dalam meningkatkan kualitas layanan bagi jamaah umrah sepanjang tahun. Pemerintah menegaskan bahwa standar pelayanan terus ditingkatkan agar setara dengan pengelolaan ibadah haji, khususnya dalam menangani periode kunjungan dengan volume jamaah tinggi seperti saat ini.
"Kepatuhan jamaah terhadap imbauan ini tidak hanya melindungi diri mereka sendiri, tetapi juga mendukung kinerja petugas dan penyedia layanan untuk dapat memberikan respons yang lebih cepat, tepat, dan efisien. Tujuannya satu: menciptakan pengalaman ibadah yang lebih lancar, nyaman, dan khidmat bagi setiap tamu Allah," pungkas pernyataan tersebut.
Dengan dokumen yang terkelola dengan baik, diharapkan setiap jamaah dapat memusatkan perhatian sepenuhnya pada pelaksanaan ibadah umrah, terhindar dari masalah teknis yang dapat menyita waktu dan tenaga di Tanah Suci.(*/saf)
(lam)