LANGIT7.ID-Jakarta; Update penanganan banjir dan longsor di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat menunjukkan bahwa mayoritas daerah terdampak masih memerlukan penanganan darurat. Menko PMK Pratikno menyatakan, meskipun sebagian wilayah mulai memasuki tahap pemulihan, 22 kabupaten/kota tercatat resmi memperpanjang status tanggap daruratnya.
Pernyataan tersebut disampaikan Pratikno saat meninjau Posko Nasional Bencana Sumatera di Halim Perdanakusuma, Senin (29/12). Turut mendampingi dalam koordinasi tersebut antara lain Mensesneg Prasetyo Hadi, Seskab Letkol Teddy Indrawijaya, Panglima TNI, KSAD, hingga Kapolri.
"Saat ini lebih dari separuh kabupaten/kota yang terdampak dari fase tanggap darurat ke tahap transisi, rehabilitasi, dan rekonstruksi," jelas Pratikno terkait kondisi di lapangan.
Data sebaran wilayah menunjukkan kondisi yang bervariasi di tiap provinsi. Di Aceh, terdapat 11 kabupaten/kota yang masih siaga darurat, sementara 7 lainnya sudah masuk fase transisi. Untuk Sumatera Utara, 8 daerah memperpanjang status darurat dan 7 daerah mulai transisi. Sedangkan di Sumatera Barat, hanya 3 daerah yang masih dalam status darurat, sementara 10 daerah lainnya sudah masuk tahap pemulihan.
Secara kumulatif, total wilayah yang mulai masuk tahap rehabilitasi mencapai 15 kabupaten/kota, namun masih kalah banyak dibandingkan 22 daerah yang memilih bertahan di status tanggap darurat. Pratikno menegaskan bahwa perpanjangan ini krusial bagi daerah yang belum stabil secara kondisi.
"Daerah yang melakukan perpanjangan dimaksudkan agar daerah bener bener siap masuk ke tahap transisi," ungkapnya menutup keterangan pers.
