LANGIT7.ID-Jakarta; Pemerintah Iran pada hari Senin kemarin resmi memanggil para diplomat dari Prancis, Jerman, Italia, dan Inggris yang bertugas di Teheran. Langkah ini diambil sebagai bentuk protes keras Iran atas apa yang mereka sebut sebagai dukungan negara-negara tersebut terhadap aksi demonstrasi yang tengah mengguncang Republik Islam itu, demikian pernyataan dari kementerian luar negerinya.
Dalam pertemuan tersebut, para diplomat ini disuguhi rekaman video yang memperlihatkan kerusakan yang diklaim dilakukan oleh para "perusuh". Melansir pernyataan kementerian yang dikutip televisi pemerintah, Iran juga mendesak pemerintah negara-negara tersebut untuk segera "menarik kembali pernyataan resmi yang mendukung para demonstran."
Di Paris, Kementerian Luar Negeri Prancis mengonfirmasi bahwa "para duta besar Eropa" memang telah dipanggil oleh pihak Iran.
Di sisi lain, Presiden Parlemen Eropa, Roberta Metsola, memberikan pengumuman mengejutkan pada Senin kemarin. Ia menyatakan bahwa lembaga yang dipimpinnya kini resmi melarang seluruh diplomat dan perwakilan Iran untuk menginjakkan kaki di gedung parlemen. Keputusan ekstrem ini diambil sebagai respons atas tindakan keras yang memakan korban jiwa dalam penanganan protes di Iran.
"Situasinya sudah tidak bisa dianggap biasa saja. Saat rakyat Iran yang pemberani terus berjuang demi hak dan kebebasan mereka, hari ini saya memutuskan untuk melarang seluruh staf diplomatik maupun perwakilan Republik Islam Iran dari semua area gedung Parlemen Eropa," tegas Metsola lewat unggahannya di platform X.
"Lembaga ini tidak akan membantu memberikan legitimasi bagi rezim yang mempertahankan kekuasaannya melalui penyiksaan, penindasan, dan pembunuhan," tambahnya dengan nada tajam.
(lam)