LANGIT7.ID-, - Sejumlah selebritas dunia mengenakan pin bertuliskan "BE GOOD" dan "ICE OUT" di karpet merah
Golden Globe Award ke-18 yang digelar di Hotel Beverly Hilton,
Los Angeles, Amerika Serikat pada Ahad, 11 Januari 2026.
Mark Ruffalo menjadi salah satu artis Holywood yang ikut mengenakan pin tersebut.
Pin hitam putih itu sebagai simbol penghormatan kepada Renee Nicole Good, perempuan yang ditembak mati oleh petugas
Imigrasi dan Bea Cukai AS, Jonathan Ross di Minneapolis pada 7 Januari lalu.
Baca juga: Bintang Avengers Mark Ruffalo Kecam ‘Kelaparan Buatan’ di Gaza, Minta Dunia Bertindak"Ini untuk Renee Nicole Good, yang dibunuh," kata Ruffalo kepada USA TODAY di karpet merah, dilansir Selasa (13/1/2026).
Ia juga mengecam
Presiden Donald Trump yang menyerang dan menangkap
Presiden Venezuela Nicolas Maduro.
"Kita sedang berada di tengah perang dengan Venezuela yang kita invasi secara ilegal. Dia mengatakan kepada dunia bahwa hukum internasional tidak penting baginya. Satu-satunya hal yang penting baginya adalah moralitasnya sendiri, tetapi orang itu adalah seorang penjahat yang dihukum; seorang pemerkosa yang dihukum." kata Ruffalo.
Ruffalo bahkan menyebut Trump sebagai manusia terburuk yang dapat menyebabkan masalah besar.
"Dia seorang
pedofil," lanjut Ruffalo. "Dia manusia terburuk. Jika kita mengandalkan moralitas orang ini untuk negara terkuat di dunia, maka kita semua akan berada dalam masalah besar.
"Jadi ini untuknya," Ruffalo menyimpulkan. "Ini untuk orang-orang di Amerika Serikat yang diteror dan ketakutan hari ini. Saya tahu saya salah satunya. Saya mencintai negara ini." Dan apa yang saya lihat terjadi di sini bukanlah Amerika."
Baca juga: Makin Seru, 7 Pemimpin Eropa Secara Terbuka Lawan Trump Tolak AS Akuisisi GreenlandSelain Ruffalo, selebritas lain yang ikut mengenakan pin protes tersebut seperti Wanda Sykes dan Natasha Lyonne. Sementara Jean Smart dan Ariana Grande mengenakannya setelah masuk ke ruang ballroom.
Protes di karpet merah ini menyusul 1.000 acara di seluruh negeri sebagai bagian dari gerakan ICE Out For Good oleh American Civil Liberties Union (ACLU).
Sejak penembakan pada Rabu lalu, aksi protes meletus di AS, menuntut pertanggungjawaban atas kematian Good serta penembakan terpisah di Portland di mana agen Patroli Perbatasan melukai dua orang.
Beberapa protes bahkan mengakibatkan bentrokan dengan aparat penegak hukum, terutama di Minneapolis, di mana ICE melakukan operasi penegakan imigrasi terbesar hingga saat ini.
(est)