LANGIT7.ID-Jakarta; Langkah strategis dalam memperkuat ekosistem pembiayaan bagi pelaku usaha mikro menjadi fokus utama PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) guna menyukseskan program Kredit Usaha Rakyat (KUR). Penguatan manajemen risiko dan tata kelola dilakukan secara menyeluruh, mencakup peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) hingga sistem operasional perusahaan.
Optimalisasi sistem ini bertujuan untuk memberikan kepastian bagi lembaga penyalur kredit dalam memberikan modal kepada UMKM yang masuk kategori layak namun belum memiliki akses perbankan penuh (not bankable). Dengan posisi gearing ratio yang masih terjaga, perusahaan melihat peluang besar untuk terus memperluas cakupan penjaminan nasional.
Plt. Direktur Utama PT Jamkrindo, Abdul Bari, menjelaskan bahwa keberlanjutan program ini sangat bergantung pada sinergi antarunsur dalam ekosistem jasa keuangan. Pernyataan tersebut disampaikannya dalam Bisnis Indonesia Forum di Jakarta pada Selasa, 13 Januari 2026.
“Makanya disebut satu ekosistem. Jadi ada pemerintah, dari regulator, dari Kemenko, kemudian teknisnya dari Kemenko UMKM, ada penyalur, kemudian ada penjamin. Ini kan satu ekosistem yang memang tidak boleh terpisahkan, karena going concern-nya adalah keberlanjutan,” tegas Abdul dalam keterangan resmi, dikutip Sabtu (17/1/2026).
Selain memperkuat aspek internal, Jamkrindo mendorong inklusi keuangan melalui inovasi digital. Salah satu langkah konkret yang diambil adalah aktif menjaring pelaku usaha untuk masuk ke dalam platform marketplace. Upaya ini sejalan dengan amanat Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2016 tentang Penjaminan serta berbagai regulasi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Terkait target penyaluran KUR, Abdul Bari menekankan pentingnya kesiapan sistem pendukung. “Dan tentu dari sisi sistem yang memang ingin mendukung untuk pencapaian dari target dari pemerintah, khususnya kepada program KUR yang memang target kepada UMKM,” ujar Abdul Bari.
Peran penjaminan menjadi krusial mengingat tantangan utama UMKM adalah keterbatasan modal. Abdul menambahkan bahwa Jamkrindo berfungsi membangun kepercayaan bagi pihak penyalur kredit. “Apalagi kalau bicara konsep penjaminan bahwa Jamkrindo itu hadir adalah kepada UMKM yang layak, tapi not bankable. Ini yang paling penting seperti itu,” tuturnya.
Potensi pergerakan Jamkrindo dalam menjamin lebih banyak debitur juga mendapat dukungan dari regulator. “Nah tadi Pak Deputi [PPDP OJK Asep Iskandar] mengingatkan, gearing ratio-nya masih cukup gitu kan, ayo gerak seperti itu,” katanya.
Kontribusi UMKM sendiri tetap menjadi tulang punggung ekonomi Indonesia dengan sumbangsih mencapai 60,5% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Sektor ini juga menjadi penyerap tenaga kerja terbesar dengan angka 96,9% serta mendominasi total investasi nasional sebesar 60%.
