LANGIT7.ID, Semarang - Masjid bersejarah di Boyolali Jawa Tengah (Jateng) merupakan masjid peninggalan Raja Keraton Kasunanan Surakarta, Pakubuwono X. Diberinama Masjid Agung Cipto Mulyo.
Baitullah tersebut berlokasi di arah barat, 18 kilometer dari Kota Solo. Masjid bersejarah ini berdiri pada Selasa 14 Jumadil akhir 1838 Je atau Masehi 1905 Masehi oleh Tumenggung Padmonegoro yang saat itu menjadi Bupati Pekalongan, diangkat Sultan Agung Hanyokrokusumo.
Awalnya, Tumenggung Padmonegoro menamakan masjid tersebut dengan nama Masjid Karangduwet. Kemudian masjid tersebut direnovasi oleh Sunan Pakubuwono X dan mengganti namanya menjadi Masjid Cipto Mulyo.
Masjid Agung Cipto Mulyo memiliki sentuhan hampir mirip dengan Masjid Agung Surakarta. Pembangunannya diperkirakan hampir bersamaan dengan pendirian Sanggrahan Ngeksipurna, salah satu tempat peristirahatan para kaum bangsawan Keraton Surakarta.
"Masjidnya bagus, bangunan klasik, disampingnya ada Umbul Sungsang yang ramai pengunjung yang berenang. Kalau ke sini jangan lupa lupa berziarah ke makam," kata salah seorang pengunjung Puji Rahayu.
Lokasi masjid berada di kompleks wisata religi Pengging, Kecamatan Banyudono, Boyolali. Di belakangnya ada permakaman, salah satunya makam pujangga Keraton Surakarta, Yosodipuro.
Masjid ini juga termasuk masjid bersejarah dan merupakan jejak peninggalan dalam penyebaran Islam khususnya di wilayah Pengging.
Bangunan masjid tersebut juga masuk dalam bangunan kuno dengan nuansa Jawa. Desain masjid khas arsitektur Mataram Islam yang berbentuk limasan seperti pendopo dengan empat sokoguru di ruang utama.
(bal)