LANGIT7.ID-Jakarta; Peluang promosi pariwisata Indonesia ke pasar global, khususnya untuk destinasi di luar Pulau Dewata, tengah digodok pemerintah seiring jadwal kunjungan grup K-pop BTS. Momentum ini dinilai strategis untuk memperkenalkan kekayaan budaya dan alam nusantara yang belum banyak terjamah wisatawan asing melalui semangat Beyond Ordinary.
Plt. Deputi Bidang Pengembangan Penyelenggara Kegiatan (Events) Kementerian Pariwisata, Vinsensius Jemadu, menekankan bahwa pendekatan yang diambil pemerintah adalah kemitraan, bukan sekadar menumpang ketenaran. Pihaknya berharap grup beranggotakan RM, Jin, SUGA, j-hope, Jimin, V, dan Jung Kook tersebut dapat menjadi katalisator promosi pariwisata nasional.
"Bagaimana caranya kita bisa ikut, bukan dalam memanfaatkan, tapi berkolaborasi untuk mempromosikan Indonesia lewat konser BTS ini," kata Vinsensius di Jakarta, dikutip Minggu (15/2/2026).
Ia menambahkan bahwa aset budaya dan pariwisata Indonesia memiliki nilai jual tinggi yang layak disandingkan dengan popularitas global BTS.
"Setidak-tidaknya potensi wisata yang kita miliki atau budaya yang kita miliki juga bisa dipromosikan bersama BTS," lanjutnya.
Guna merealisasikan rencana tersebut, pihak Kementerian Pariwisata sedang berupaya menjalin komunikasi intensif dengan pihak penyelenggara acara. Audiensi ini bertujuan untuk menyusun teknis promosi yang paling memungkinkan dilakukan selama BTS berada di Indonesia.
"Tim saya sudah minta waktu ke promotor untuk kita bisa audiensi untuk bisa rapat di sini, skema apa yang kita bisa lakukan untuk kerja sama untuk promosi ya," jelas Vinsensius.
Langkah proaktif ini sejalan dengan instruksi langsung Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana. Menteri Widiyanti menilai kehadiran BTS membawa pengaruh signifikan bagi citra pariwisata Indonesia sehingga peluang kolaborasi harus segera dieksekusi.
"Oleh karena itu Bu Menteri berpesan kepada saya segera rapatkan dan undang promotornya," tutur Vinsensius menirukan arahan Menteri.
Fokus utama dari kolaborasi ini adalah mengenalkan destinasi wisata alternatif. Kementerian Pariwisata berencana menawarkan program seperti perjalanan pengenalan (Famtrip) ke lokasi selain Bali serta eksplorasi kuliner nusantara. Hal ini didasari fakta bahwa pengetahuan wisatawan mancanegara tentang Indonesia sering kali terbatas hanya pada Bali.
"Warga Korea sendiri dan wisatawan negara lain selama ini banyak hanya tahu Bali, tapi masih banyak destinasi di luar Bali yang mereka belum tahu," ujar Vinsensius.
Kendati demikian, pemerintah tetap realistis terkait padatnya jadwal grup idola tersebut. Jika perjalanan jauh tidak memungkinkan, promosi minimal akan difokuskan pada pesona Jakarta dan kekayaan budayanya.
"Kita inginkan supaya kedatangan BTS ini juga dapat mempromosikan destinasi di luar Bali atau kita sebutnya dengan (semangat) Beyond Ordinary," tutupnya.
Sebagai catatan, BTS dijadwalkan akan menyapa penggemarnya melalui konser di Jakarta pada tanggal 26 dan 27 Desember 2026. (bil/antara)
(lam)