LANGIT7.ID-Jakarta; Nasib Jalur Gaza menjadi bahasan utama dalam pertemuan perdana Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) yang digelar di Washington hari ini, Kamis (19/2). Forum inisiasi Presiden Amerika Serikat Donald Trump ini resmi diikuti oleh 26 negara sebagai anggota pendiri, meskipun diwarnai ketidakhadiran sejumlah kekuatan besar dunia karena isu tersebut dianggap dapat melemahkan peran Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Gedung Putih melaporkan bahwa dari 50 negara yang diundang, sebanyak 35 pemimpin menyatakan minat, namun 14 negara lainnya menolak undangan. Kekhawatiran utama para penolak undangan berpusat pada potensi bias dewan tersebut terhadap kepentingan Israel selaku sekutu AS. Meski demikian, Uni Eropa tetap menugaskan Komisaris kawasan Mediterania, Dubravka Suica, untuk hadir sebagai pengamat. Terkait hal ini, juru bicara Uni Eropa menyatakan pihaknya bekerja sama dengan AS dalam "implementasi rencana perdamaian untuk Gaza".
Partisipasi aktif datang dari kawasan Timur Tengah dan negara-negara Arab. Uni Emirat Arab, Maroko, Bahrain, dan Mesir tercatat sebagai negara Arab pertama yang menyetujui keanggotaan. Langkah ini diikuti oleh Arab Saudi, Turki, Yordania, Kuwait, dan Qatar yang menekankan komitmen pada hak rakyat Palestina sesuai hukum internasional. Dari pihak Israel, Menteri Luar Negeri Gideon Sa'ar hadir mewakili negaranya setelah sebelumnya dijadwalkan mengikuti pertemuan Dewan Keamanan PBB di New York.
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto turut mengambil bagian dalam KTT ini. Prabowo telah tiba di Pangkalan Militer Andrews sejak Selasa (17/2), dengan agenda tambahan menyelesaikan negosiasi tarif antara Indonesia dan AS. Dari wilayah Asia lainnya, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif hadir sebagai satu-satunya wakil Asia Selatan. Sementara itu, Asia Tengah diwakili oleh Presiden Kazakhstan, Presiden Uzbekistan, Perdana Menteri Armenia, dan Presiden Azerbaijan.
Di blok Eropa, dukungan datang dari sekutu dekat Trump, Perdana Menteri Hungaria Viktor Orban. Dalam pernyataannya di Szombathely beberapa waktu lalu, Orban telah mengonfirmasi kedatangannya. "Dua minggu lagi kita akan bertemu di Washington, karena Dewan Perdamaian, badan perdamaian, akan mengadakan pertemuan perdana," ujar Orban. Bulgaria, Kosovo, dan Albania juga hadir sebagai anggota, sementara Rumania, Italia, Siprus, dan Yunani mengirimkan perwakilan pengamat. Presiden Argentina Javier Milei juga dipastikan hadir, memprioritaskan acara ini dibanding kunjungannya ke kediaman Trump di Florida.
Sebaliknya, negara-negara utama Eropa seperti Prancis, Jerman, Inggris, dan Spanyol kompak menolak bergabung sebagai anggota. Penolakan juga datang dari Vatikan, di mana Paus Leo XIV menegaskan bahwa krisis semacam ini seharusnya ditangani PBB. Vatikan mempertahankan sikapnya untuk tidak mengikuti badan internasional selain PBB.
Sikap dingin juga ditunjukkan oleh Moskow. Juru bicara kepresidenan Rusia, Dmitry Peskov, menyatakan kepada media bahwa "Tidak ada pejabat Kremlin yang merencanakan kehadiran". Saat ini, Kementerian Luar Negeri Rusia dilaporkan masih meninjau proposal pertemuan tersebut dan belum memutuskan perihal keanggotaan. (Bil/aljazeera)
