Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Kamis, 28 Mei 2026
home masjid detail berita

Khutbah Tarawih: Catat! Ini 9 Hal yang Bisa Membatalkan Puasa Ramadhan

nabil Jum'at, 20 Februari 2026 - 19:40 WIB
Khutbah Tarawih: Catat! Ini 9 Hal yang Bisa Membatalkan Puasa Ramadhan

LANGIT7.ID-Jakarta; Di bulan suci Ramadhan, umat Islam diwajibkan menahan diri dari segala hal yang dapat membatalkan puasa sejak terbit fajar hingga terbenam matahari. Meski ibadah ini rutin dilakukan setiap tahun, tak jarang masyarakat masih keliru dalam memahami rincian perkara yang membatalkan puasa, termasuk sanksi atas pelanggarannya.

Hal ini menjadi sorotan utama Ustaz H. Ahmad Syahroni saat menyampaikan khutbah di Masjid Baitul Hilmi, Tomang, Jakarta Barat. Di hadapan para jemaah, beliau menekankan pentingnya penyegaran kembali ingatan umat terkait fikih dasar puasa agar amal ibadah sebulan penuh tidak berujung sia-sia.

Berdasarkan khutbah yang disampaikan Ustaz H. Ahmad Syahroni di Masjid Baitul Hilmi, berikut adalah penjabaran 9 perkara yang secara sah membatalkan puasa:

1. Memasukkan Benda ke Lubang Tubuh Terbuka (Jauf)

Mengingatkan tentang hal yang paling mendasar, Ustaz Ahmad Syahrani memaparkan, "Yang pertama, memasukkan suatu benda ke dalam tubuh. Seperti mulut dan telinga. Ini salah satu bisa batalkan puasa," ujar dia, dikutip Jumat (20/2/2026).

Penjelasan ini sejalan dengan hukum fikih, di mana sengaja memasukkan benda apa pun ke lubang tubuh yang berpangkal pada organ dalam akan menggugurkan puasa. Contohnya, menggunakan cotton bud untuk membersihkan telinga hingga terlalu dalam.

2. Memasukkan Benda ke Jalan Depan atau Belakang (Huqnah)

Tindakan medis yang mengharuskan masuknya benda atau obat melalui alat kelamin (qabul) atau anus (dubur) juga membatalkan puasa. Contohnya adalah prosedur pengobatan ambeien atau pemasangan kateter di siang hari bulan Ramadhan.

3. Muntah dengan Sengaja

Apabila seseorang muntah secara tidak sengaja (karena sakit atau mabuk perjalanan), puasanya tetap sah. Namun, jika ia sengaja memicu muntah, misalnya dengan memasukkan jari ke tenggorokan, maka puasanya otomatis batal dan wajib di-qadha (diganti) pada hari lain.

4. Berhubungan Suami Istri di Siang Hari (Jima' )

Melakukan hubungan biologis di siang hari Ramadhan adalah larangan keras. Terdapat miskonsepsi yang sering beredar di masyarakat bahwa sanksinya adalah puasa 3 bulan berturut-turut. Faktanya, berdasarkan hadis sahih riwayat Bukhari dan Muslim, sanksi berat (Kafarat) yang dibebankan adalah memerdekakan budak, atau berpuasa selama dua bulan (60 hari) berturut-turut, atau memberi makan 60 orang miskin.

5. Mengeluarkan Air Mani dengan Sengaja

Keluarnya sperma atau air mani akibat unsur kesengajaan, seperti masturbasi (istimna') atau sentuhan fisik yang disengaja, akan membatalkan puasa. Sebaliknya, jika terjadi di luar kendali seperti bermimpi basah (ihtilam), maka ibadah puasa tetap sah.

6. Mengalami Haid (Menstruasi)

Bagi wanita, keluarnya darah haid, sekalipun hanya terjadi beberapa menit sebelum azan Maghrib berkumandang, secara mutlak membatalkan puasa hari itu. Wanita tersebut wajib mengganti puasanya setelah bulan Ramadhan usai.

7. Nifas (Pasca Melahirkan)

Sama halnya dengan haid, nifas atau darah yang keluar pasca persalinan membuat seorang wanita terhalang untuk berpuasa. Kondisi ini menuntut mereka untuk meng-qadha puasanya setelah masa nifas selesai dan kondisi tubuh sudah suci.

8. Gila atau Hilang Akal (Junun)

Syarat sah menjalankan ibadah adalah memiliki akal sehat. Jika seseorang mendadak kehilangan kewarasan, gila, atau pingsan total seharian penuh di pertengahan waktu puasa, otomatis puasanya dinyatakan batal.

9. Murtad (Keluar dari Islam)

Murtad merupakan perbuatan keluar dari agama Islam. Tindakan ini tidak hanya merusak puasa pada hari tersebut, tetapi secara syariat juga menggugurkan nilai seluruh amal ibadah yang pernah dikerjakan.

Melalui khutbah di Masjid Baitul Hilmi tersebut, diharapkan umat Islam dapat lebih berhati-hati dalam menjaga keabsahan ibadahnya. Puasa sejati bukan sekadar menahan lapar, melainkan kesadaran penuh untuk mengendalikan diri dari larangan-Nya.

(lam)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Kamis 28 Mei 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:53
Ashar
15:14
Maghrib
17:47
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)