Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Ahad, 31 Mei 2026
home global news detail berita

TNI Angkatan Laut Rilis Film The Hostage's Hero, Angkat Kisah Nyata Operasi Selat Malaka

dwi sasongko Selasa, 31 Maret 2026 - 07:36 WIB
TNI Angkatan Laut Rilis Film The Hostage's Hero, Angkat Kisah Nyata Operasi Selat Malaka
LANGIT7.ID-Jakarta; TNI Angkatan Laut bekerja sama dengan rumah produksi Iswara Films menggelar Gala Premiere film aksi-patriotik “The Hostage’s Hero” sebagai bentuk apresiasi terhadap semangat juang prajurit TNI AL sekaligus sarana edukasi kepada masyarakat melalui media perfilman, yang berlangsung di Bioskop Epicentrum XXI, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (30/3).

Film “The Hostage’s Hero” mengangkat kisah nyata operasi pembebasan sandera kapal tanker MT Pematang di Perairan Selat Malaka pada tahun 2004, yang berhasil menyelamatkan 36 awak kapal dari aksi pembajakan bersenjata. Operasi berisiko tinggi tersebut dilaksanakan oleh KRI Karel Satsuitubun-356 di bawah pimpinan Letkol Laut (P) Achmad Taufiqoerrochman yang kini telah purna tugas dengan pangkat Laksamana TNI.

Dalam proses produksinya, TNI AL memberikan dukungan penuh berupa penggunaan Alutsista seperti KRI, Helikopter Bell, serta perahu karet taktis (RHIB), dan melibatkan personel aktif sejumlah 73 prajurit TNI AL dalam proses produksi, mulai dari Prajurit, Marinir hingga Kopaska, guna menghadirkan realisme yang kuat. Beberapa prajurit juga memerankan karakter antagonis yang bertolak belakang dengan peran mereka sebagai penjaga kedaulatan negara, di antaranya Kolonel Juang Pawana, Kolonel Anugerah Auliadi, Letkol Yudo Ponco, Kapten Wahyu Prasetyo, Serda Aris Dewanto, Serda Hoksian Mien, Kopka Aris Wanhuri, Kls Fajar, hingga Kls Ahmad Reksa, yang menunjukkan profesionalisme dengan keluar dari zona nyaman demi kebutuhan produksi.

TNI Angkatan Laut Rilis Film The Hostage's Hero, Angkat Kisah Nyata Operasi Selat Malaka

Pada kesempatan konferensi pers, Laksamana TNI (Purn.) Achmad Taufiqoerrochman menyampaikan, “Perlu saya sampaikan apresiasi kepada Bapak Kasal. Bahwa, kejadian ini terjadi 22 tahun yang lalu, saat saya masih berpangkat sebagai Letnan Kolonel dan dihadapkan pada suatu situasi pilihan untuk maju dengan segala risiko. Pada saat itu, apabila kita tidak bertindak, maka hal tersebut dapat menjadi justifikasi bahwa Indonesia tidak mampu mengamankan wilayahnya. Dari pengalaman tersebut, saya menarik kesimpulan bahwa yang terpenting adalah meluruskan niat. InsyaAllah, hasil akan mengikuti. Jadi, bukan semata-mata karena kita hebat," ujar dia dalam keterangan resmi, Selasa (31/3/2026).

Dalam kesempatan ini, turut dihadiri Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali yang didampingi Ketua Umum Jalasenastri Ny. Fera Muhammad Ali dan para Pejabat Tinggi TNI AL bersama-sama menyaksikan film ini dengan harapan melalui film ini, TNI AL dapat menyampaikan pesan kepada dunia internasional bahwa perairan Indonesia aman dan terkendali, serta menunjukkan kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai ancaman maritim melalui pendekatan diplomasi lunak (soft power diplomacy).

Kegiatan ini selaras dengan arahan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali yang menekankan pentingnya pembangunan identitas TNI AL melalui berbagai media, memperkuat diplomasi maritim, serta meningkatkan kebanggaan dan kepercayaan masyarakat terhadap peran TNI AL dalam menjaga kedaulatan dan keamanan wilayah laut Indonesia.

(lam)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Ahad 31 Mei 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:54
Ashar
15:15
Maghrib
17:47
Isya
19:01
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)