LANGIT7.ID, Jakarta - Ada 4 surah di Al Quran yang membahas waktu. Allah bahkan sampai bersumpah atas nama waktu untuk memperingati manusia agar tidak merugi dalam kehidupan dunia dan akhirat.
Allah bersumpah 'demi waktu' di beberapa surah, antara lain Surah Al Fajr ayat 1 yang artinya 'demi waktu fajar'.
Dalam surah itu Allah memberikan waktu kepada manusia untuk digunakan sebanyak-banyaknya untuk berpikir, merenung, dan merencanakan apa yang akan dilakukan.
"Apakah lebih banyak dipakai taat atau maksiat?" kata Ketua PP Muhammadiyah Dadang Kahmad.
Waktu fajar diibaratkan sebagai masa muda. Masa ketika manusia berada dalam puncak fisik yang kuat dan kokoh. Dadang menyayangkan bila masa muda dihabiskan untuk hidup foya-foya tanpa amal saleh.
Padahal, di usia yang prima seharusnya dimanfaatkan untuk beramal saleh, giat menuntut ilmu, agar kelak saat dewasa bisa produktif berkarya.
"Masa muda Anda yang penuh dengan fitalitas, kakinya, sendinya, dan fisik lainnya masih kuat, tapi dipakai untuk apa? Apakah maksiat atau taat beriman kepada Allah?" ujarnya.
Selanjutnya, kata Dadang, Allah bersumpah 'demi waktu dhuha' dalam Surah Ad Duha, yang isinya perintah dari Allah agar manusia berkarya dan berbagi dengan sesama menjadi manusia yang produktif.
Kemudian Allah bersumpah dalam Surah Al Ashr, 'demi waktu ashar'. Dalam surah itu Allah menegaskan seluruh manusia merugi bila mereka menyia-nyiakan masa muda. Selain itu, Allah bersumpah pada Surah Al Lail, 'demi waktu malam'.
Apa yang hendak disampaikan Dadang ini memiliki filosofi bahwa ketika manusia di waktu fajar atau masa muda maka harus giat belajar dan beramal saleh, di waktu dluha atau usia produktif manusia bisa bekerja dan berbagi.
Di waktu asar atau usia senjadi menjadi masa di mana ia tidak akan merugi. Terakhir, di waktu malam atau sesudah meninggal, manusia itu akan dapat 'tidur' dengan nyenyak atau tenang.
"Sinar saya sebentar lagi terbenam, sekarang di usia senja. Saya tidak mengharapkan terlalu panjang karena kata Rasul, umur manusia itu di antara 60 atau 70 tahun. Kita rugi kalau tidak punya prestasi di mata Allah," ujarnya.
(bal)