LANGIT7.ID-San Francisco; Timnas Swiss meninggalkan San Francisco Bay Area Stadium dengan perasaan frustrasi setelah gagal mengamankan kemenangan pada laga pembuka Grup B Piala Dunia 2026. Tim asuhan Murat Yakin sebenarnya tampil dominan, tetapi penyelesaian akhir yang buruk membuat mereka harus puas membawa pulang satu poin.
Sepanjang pertandingan, Swiss tampil sebagai tim yang lebih agresif. Mereka terus mengurung pertahanan Qatar dan menciptakan peluang dari berbagai situasi, mulai dari serangan terbuka, tendangan bebas, hingga sepak pojok.
Ruben Vargas menjadi salah satu motor serangan Swiss pada babak kedua. Winger tersebut berulang kali merepotkan lini belakang Qatar melalui kecepatan dan umpan-umpannya ke area berbahaya. Namun, dominasi itu tidak berbanding lurus dengan efektivitas di depan gawang.
Swiss tercatat melepaskan 22 tembakan sepanjang pertandingan. Meski angka tersebut menunjukkan betapa dominannya mereka dalam menyerang, produktivitas menjadi masalah utama yang gagal mereka selesaikan.
Granit Xhaka beberapa kali mencoba mengendalikan tempo dan mengalirkan bola ke area sepertiga akhir lapangan. Manuel Akanji juga kerap naik membantu serangan saat Swiss berusaha menambah keunggulan. Namun, peluang demi peluang terus terbuang.
Breel Embolo, yang menjadi tumpuan di lini depan, bekerja keras membuka ruang dan memenangkan duel dengan bek lawan. Akan tetapi, penyelesaian akhir Swiss jauh dari kata maksimal. Beberapa peluang yang seharusnya dapat mengakhiri perlawanan Qatar gagal dikonversi menjadi gol.
Masalah tersebut mulai terlihat jelas memasuki pertengahan babak kedua. Murat Yakin melakukan sejumlah pergantian pemain untuk menjaga intensitas serangan. Zeki Amdouni dan Johan Manzambi diturunkan dengan harapan memberi energi baru di lini depan.
Manzambi bahkan sempat menunjukkan keberanian dengan beberapa percobaan tembakan dari luar kotak penalti. Namun, upaya-upaya tersebut belum mampu memberikan hasil yang dibutuhkan Swiss.
Kegagalan memanfaatkan peluang terus menghantui tim Eropa itu hingga menit-menit akhir pertandingan. Setiap kesempatan untuk memperbesar keunggulan selalu berakhir dengan penyelesaian yang kurang akurat atau keputusan yang tidak tepat di depan gawang.
Situasi tersebut membuat Swiss kehilangan kesempatan mengamankan tiga poin yang sebenarnya sudah berada dalam jangkauan. Dominasi permainan, penguasaan bola, dan jumlah peluang akhirnya tidak cukup untuk memastikan kemenangan.
Baca juga: Qatar Hantam Swiss di Menit 95, Gol Boualem Khoukhi Ubah Peta Grup B Piala Dunia 2026Hasil ini menjadi peringatan bagi Murat Yakin dan skuadnya bahwa efektivitas serangan bisa menjadi faktor penentu dalam persaingan ketat Grup B. Dengan pertandingan melawan Bosnia dan Herzegovina serta Kanada yang masih menanti, Swiss tidak boleh lagi mengulangi kesalahan yang sama.
Bagi Swiss, satu poin tentu lebih baik daripada pulang tanpa hasil. Namun melihat jalannya pertandingan, hasil imbang ini akan terasa seperti kehilangan dua poin berharga yang bisa sangat menentukan nasib mereka di fase grup Piala Dunia 2026.
Baca juga: Qatar Merasa Dirugikan? Penalti Kontroversial Swiss Langsung Jadi Perdebatan di Piala Dunia 2026Baca juga: Penalti Breel Embolo Jadi Pembeda, Keputusan VAR Qatar vs Swiss Langsung Jadi Sorotan
(lam)