LANGIT7.ID, Semarang - Cara unik memperingati Maulid Nabi berlangsung di TPA AL Falah Banyumas. Momen khidmat dan sakral jadi riang gembira, penuh canda tawa sekaligus menghibur.
"Kami mencoba cara lain yang menurut kami efektif untuk mengenalkan sejarah kelahiran dan meneladani kehidupan Nabi Muhammad SAW kepada anak-anak kami," kata M Sodiq Pengasuh TPQ Al-Falah Kalibenda.
Pria yang akrab disapa Ustadz Sodiq mengatakan, kegiatan ini tentu bukan bermaksud untuk mengurangi rasa hormat kepada Nabi shallallahu alaihi wasallam atau mengurangi esensi nilai-nilai maulid.
Ide ini berawal saat ada perasaan sulit untuk mengenalkan nilai-nilai keteladanan Nabi kepada anak-anak. Perlu metode atau cara lain yang pas dan mudah dipahami mereka.
Setelah berfikir dan berdiskusi panjang dengan istrinya, Dia memutuskan untuk memilih dongeng sebagai cara yang pas dan mengena untuk anak-anak. Sebab mereka akan lebih paham.
"Saya rasa anak-anak akan lebih suka dongeng yang disampaikan dengan penuh canda tawa dan hiburan, dibanding dengan cara ngaji maulid Nabi pada umumnya," katanya.
Ternyata benar, acara yang berlangsung 2 jam pada Maulid Nabi terasa sebentar sekali. Santri-santri dan masyarakat setempat tampak antusias mendengarkan dongeng dari Alfian Fendi Priyaji (Kak Al).
Kak Al merupakan Lomba Mendongeng tingkat Nasional di Malang Jawa Timur. Dia lahir di Purbalingga 25 April 1993, alumnus Institut Agama Islam Negeri (IAIIN) Purwokerto.
(bal)