LANGIT7.ID, Jakarta - Bagi Presiden Direktur PT Jalur Nugraha Ekakurir (JNE), Mohammad Feriadi berbagi menjadi prinsip yang ia pegang teguh dalam hidup. Menurutnya, semakin besar pertumbuhan perusahaan maka manfaat yang harus diterima oleh karyawan dan masyarakat juga harus semakin luas.
“Dengan berbagi maka akan memberikan manfaat bukan hanya untuk orang lain yang kita bantu, tapi juga manfaat untuk diri kita sendiri,” katanya kepada Langit7.
Pria yang juga merupakan Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos dan Logistik Indonesia (Asperindo) itu meyakini, perusahaan yang dipimpinnya bisa berkembang tentu didukung dengan pertumbuhan ekosistem.
Tagline JNE “Conneting Happiness” yang berarti mengantarkan kebahagiaan, hal itu diwujudkan dalam berbagai hal. Bukan hanya langkah bisnis tapi juga beberapa hal lain yang bisa memberi manfaat bagi masyarakat luas.
Dalam urusan bantuan kemanusiaan ini, JNE saat merayakan ulang tahunnya yang ke-30 pada 26 November 2020 lalu memberi bantuan komputer kepada panti asuhan di seluruh Indonesia. Menurut Feriadi, di bawah kepemimpinannya ia ingin memberi warna berbeda, di mana perusahaan yang bergerak di bidang jasa dan pengiriman itu bisa lebih dekat dengan masyarakat, lingkungan dan anak-anak yatim piatu serta kaum dhuafa.
“Prinsip berbagi, membentuk gaya kepemimpinan dan karakter saya sebagai seorang pimpinan perusahaan. Bagi saya, menjadi seseorang yang open minded dan menjalin hubungan yang baik dengan seluruh karyawan, akan memperkuat jalinan kerja sama dan gotong royong yang dijalankan dengan ikhlas serta membawa kebahagiaan,” jelasnya.
Menurutnya, berbagi bukan hanya tentang harta, tapi juga langkah dan daya upaya yang merupakan hasil dari kerja keras. Di mana hal itu dapat memberikan manfaat bagi kehidupan banyak orang, baik karyawan maupun masyarakat.
Feriadi menuturkan, berada di tengah-tengah karyawan dan ikut terjun langsung dalam menangani berbagai hal, membuatnya memiliki kesempatan untuk memberikan contoh yang baik. Selain itu, ia berharap bisa memberikan manfaat untuk mencapai tujuan perusahaannya.
“Respon karyawan pun sangat baik dalam hal ini, diwujudkan dari berbagai kegiatan yang dilakukan oleh karyawan untuk menyebarkan kebaikan dalam bidang kemanusiaan,” katanya.
JNE memiliki program pembagian beras sebanyak 10kg setiap bulan yang dibagikan kepada karyawan, baik kantor cabang maupun pusat. Program ini sudah berlangsung sejak 1998 lalu, dan program berbagi ini sudah menjadi dalam tubuh JNE bahkan saat masih dalam kepemimpinan (almarhum) Presiden Direktur Soeprapto Suparno kala itu, yang juga merupakan ayah Feriadi.
Feriadi mengatakan, dalam tubuh perusahaannya juga terdapat program yang bertujuan untuk peningkatan kualitas diri personel, baik meningkatkan skill maupun spiritual karyawan. Selain itu juga program untuk memberangkatkan karyawan dengan masa bakti kerja di atas 12 tahun untuk ibadah ke tanah suci, dan menyesuaikan dengan agama masing-masing karyawan.
“Kita punya berbagai jenis pelatihan, mendekati Idul Adha biasanya juga akan melakukan pemotongan hewan kurban bersama-sama,” katanya.
JNE merupakan perusahaan anak bangsa, kata Feriadi, memiliki keinginan kuat untuk memberikan manfaat terhadap bangsa maupun negara. Ia juga mengatakan, JNE di bawah kepemimpinannya memiliki kebiasaann memberi, menyantuni dan menyayangi anak yatim, fakir miskin, kaum dhuafa dan lainnya.
Membuktikan perkataannya, awal tahun ini Feriadi melalui JNE memiliki program Tebar Ribuan Al Quran ke Seluruh Pelosok Negeri. Dalam program ini pihak JNE memberikan 1.200 mushaf kitab suci Al Quran untuk mendorong umat Muslim agar menumbuhkan kecintaan dan kemahiran dalam membaca Al Quran.
Pembagiannya pun dilakukan secara merata, seperti masjid, pondok pesantren, rumah tahfidz, madrasah dan yayasan yatim piatu, serta pihak yang membutuhkan bantuan. Kegiatan program ini sudah dilakukan sejak 2017 lalu.
Feriadi berharap donasi yang dilakukan perusahaannya bisa menjadi inspirasi dan contoh bagi pihak lain. Ia juga mengajak generasi muda Muslim untuk memiliki kebiasaan untuk membaca, memahami dan mengamalkan isi dari kitab suci.
Menghadapi situasi pandemi saat ini, Feriadi mengajak masyarakat untuk tetap optimistis. Menurutnya, dalam sebuah tantangan terdapat juga peluang. Adaptasi dan inovasi harus terus dilakukan sehingga tetap dapat menggali potensi yang muncul, bukan hanya survive tapi juga harus berkembang.
“Saat pandemi seperti ini ada baiknya kita mematuhi protokol kesehatan yang ada sesuai dengan aturan pemerintah. Lakukan 5M: Mencuci Tangan, Memakai Masker, Menjaga Jarak, Menjauhi Kerumunan, Mengurangi Mobilitas. Juga jangan sampai tertinggal untuk melakukan vaksin dengan harapan bisa memutus rantai virus Covid-19.
(zul)