LANGIT7.ID - , Bekasi - Syiar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW terdengar di berbagai penjuru. Salah satunya di Masjid Quba, Perumahan Telaga Sakinah, Cibitung, Bekasi, Selasa (19/10/2021), kemarin.
Dalam peringatan hari kelahiran Rasulullah ini, penceramah DR Ayub Rohadi dari Cikarang menjelaskan bahwa agar dicintai Nabi Muhammad SAW, umat Islam harus mencintainya terlebih dulu.
"Tanpa mencintai nabi, mana mungkin akan dapat balasan cinta dari Nabi Muhammad SAW," ujar ustadz Ayub.
Sebagai bukti mencintai Rasulullah salah satunya dengan meniru akhlaknya. Selain itu, sebagai tanda mencintai Baginda Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari dengan banyak membaca shalawat. Karena yang akan mendapat syafaat Nabi Muhammad SAW di hari kiamat nanti adalah umatnya yang rajin bershalawat.
Baca juga : Maulid Nabi, Jusuf Kalla Ingatkan Fungsi Masjid di Zaman NabiSeperti dalam tradisi masyarakat Indonesia, setiap yang akan melakukan ibadah haji selalu dititipi doa juga salam untuk Baginda Nabi Muhammad SAW.
"Apakah salamnya sampai kepada Nabi Muhammad? Tentu akan sampai. Maka rajinlah titip salam kepada Baginda Nabi setiap ada saudara atau tetangga kita yang berangkat haji atau umroh," ujarnya.
Menurut ustadz Ayub, Rasulullah sangat memperhatikan ummatnya. Dalam sebuah kisah, Allah menyampaikan kepada Rasulullah bahwa yang pertama akan masuk surga-Nya adalah dia, Muhammad SAW.
Namun Nabi menjawab, "'Untuk urusan saya belakangan saja ya Rab, yang penting umat saya yang perlu didahulukan.' Itulah kemuliaan akhlak Nabi Muhammad SAW , tidak mau didahulukan. Justru meminta umatnya yang dutamakan," kata Ustadz Ayub.
Kemuliaan Nabi Muhammad SAW menurut Ustadz Ayub juga dirasakan para malaikat. Dalam sebuah kisah, ketika Allah memerintahkan Izrail untuk mengambil nyawa Rasulullah, malaikat pun merasa kikuk.
Izrail melempar tugas tersebut ke malaikat lain karena merasa segan dengan kemuliaan Nabi Muhammad SAW. Para malaikat tetap meminta Izrail, karena dia yang mendapat mandat dari Allah. Akhirnya malaikat Izrail datang ke rumah Nabi Muhammad.
"Saat sampai di rumah Nabi Muhammad, Izrail pun mengetuk pintu rumah. Bayangkan malaikat sudah dapat perintah dari Allah saat sampai di rumah Nabi Muhammad SAW saking segannya, terpaksa mengetuk pintu dulu." kisah ustadz Ayub.
Rasulullah yang saat itu sedang sakit, kisah Ustadz Ayub, memerintahkan kepada istrinya, Aisyah untuk membukakan pintu karena ada tamu yang datang. Ketika dibukakan pintunya, Aisyah tidak mendapati tamu seperti yang disampaikan suaminya, karena kehadiran malaikat Izrail tidak tampak.
Malaikat yang sudah dibukakan pintu langsung menemui nabi. Terjadilah dialog antara Nabi Muhammad SAW dengan malaikat.
Nabi bertanya kepada malaikat Izroil,"Kehadiran malaikat mau menjenguk saya sakit atau mau mencabut nyawa saya?"
Baca juga : Maulid Jadi Momentum Perkuat Kepedulian dan Pembelaan Kaum TertindasMalaikat menjawab,"Saya diutus Allah dan membawa tiga pesan. Pertama, apakah Rasulullah mau minta kesembuhan dari penyakit? Kedua; Apakah Rasulullah minta kesembuhan dan minta umur yang panjang? Ketiga; Apakah Nabi Muhammad SAW sudah rindu ingin ketemu Allah? Kalau rindu ingin ketemu Allah, malaikat diperintahkan untuk mencabut nyawanya secara pelan pelan."
Lalu pesan yang mana yang dipilih Nabi?
"Ternyata Nabi memilih bertemu Allah karena sudah sangat rindu. Coba kalau kita manusia dapat tiga pesan seperti yang dibawa malaikat Izroil tersebut? Kita mau pilih yang mana?," tanya Ustadz Ayub pada para jamaah yang hadir di acara Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut sambil menutup ceramahnya.(*)
(est)