LANGIT7.ID, Jakarta - Ketua Umum Ikatan Sarjana Olahraga Republik Indonesia (ISORI) Prof Syahrial Bakhtiar, mengaku prihatin dengan adanya tekanan kepada Menteri Pemuda dan Olahraga, Zainudin Amali, terkait sanksi badan anti doping dunia (WADA) terhadap Lembaga Anti Doping Indonesia (LADI).
Menurut Syahrial, Menpora langsung bergerak cepat dengan membentuk Tim Akselerasi dan Investigasi guna menyelesaikan persoalan ini.
"Kami prihatin ada pihak-pihak yang memperkeruh keadaan, padahal mereka tidak mengetahui secara jelas dan pasti penyebab sanksi dari WADA. Kita semua tau bahwa Menpora telah membentuk tim secara cepat untuk menyelesaikan masalah ini," kata Syahrial seperti dikutip Rabu (20/10).
Baca juga:
Indonesia Ingin Lepas dari Sanksi WADA, Menpora Lakukan Dua Langkah IniSyahrial menyebut pihaknya sudah mencium aroma tidak sedap dalam kasus yang berdampak pada bendera Merah Putih tidak boleh dikibarkan saat tim bulutangkis Indonesia menjuarai Piala Thomas 2020. ISORI pun mendukung langkah Menpora untuk membawa persoalan ini ke ranah hukum.
"Kami mencium ada bau tidak sedap di balik sanksi WADA terhadap LADI. Agar akar permasalahannya terang benderang, kami mendukung niat Menpora untuk membawa persoalan sanksi doping ini ke jalur hukum," ucapnya.
"Dugaan kami, ada oknum yang dengan sengaja mencoba mencari keuntungan di balik semua ini. Dan saya heran, masih ada yang tega mengorbankan kepentingan negara," tegasnya.
Dalam sanksi yang diberikan WADA, menyatakan bahwa LADI menjadi salah satu dari tiga badan anti-doping negara (NADO) yang dinyatakan tidak patuh dalam menjalankan Kode Anti-Doping pada awal Oktober lalu. Hal ini berimbas pada penangguhan hak-hak Indonesia di kancah event internasional.
Baca juga:
Tangani Masalah WADA, Raja Sapta Oktohari Minta Waktu Satu BulanMeski begitu, ISORI tidak meragukan komitmen LADI maupun Menpora Amali dalam menghadirkan Desain Besar Olahraga Nasional (DBON). Bahkan, ISORI yakin di bawah kepemimpinan keduanya, LADI akan lebih baik ke depannya.
Selain itu, Syahrial juga mengusulkan Tim Akselerasi dan investigasi untuk menelusuri terkait adanya informasi bahwa pengurus lama LADI yang tidak memberikan user name kepada pengurus LADI yang baru untuk masuk ke Centra Complience Code (pusat data pemberian sanggahan terhadap apa yang sudah diberi informasikan LADI).
"Akses ke CCC itu sangat penting dan menjadi penentu apakah sebuah negara mendapat compliance atau uncompliance," jelasnya.
(sof)