Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Senin, 29 Juni 2026
home wirausaha syariah detail berita

LPPOM Paparkan Empat Teknologi Deteksi Porcine di Forum Halal Eropa

tim langit 7 Senin, 29 Juni 2026 - 15:55 WIB
LPPOM Paparkan Empat Teknologi Deteksi Porcine di Forum Halal Eropa
(Dok: LPPOM)
LANGIT7.ID-Jakarta; Tidak semua produk halal bisa diperiksa menggunakan metode pengujian yang sama. Hal itu ditegaskan VP Corporate Secretary LPPOM sekaligus peneliti Laboratorium LPPOM, Raafqi Ranasasmita, saat memaparkan strategi ilmiah pendeteksian unsur babi (porcine) dalam proses sertifikasi halal pada 4th European Halal Congress 2026 di Sarajevo, Bosnia-Herzegovina.

Menurut Raafqi, tidak ada satu metode pengujian yang dapat diterapkan untuk seluruh kondisi. Pemilihan metode harus disesuaikan dengan karakteristik produk, tingkat pengolahan, tujuan pengujian, kemampuan laboratorium, biaya, hingga urgensi pengambilan keputusan.

"Tidak ada satu metode pengujian yang paling ideal untuk seluruh kondisi. Pemilihan metode harus mempertimbangkan karakteristik produk, tingkat pengolahan, tujuan pengujian, kemampuan laboratorium, biaya, serta urgensi pengambilan keputusan," jelas Raafqi dalam keterangannya, dikutip Senin (29/6/2026).

Ia menjelaskan bahwa pertumbuhan industri halal global dan semakin kompleksnya rantai pasok internasional membuat pengujian laboratorium memiliki peran penting dalam mendeteksi potensi pemalsuan maupun kontaminasi bahan nonhalal yang dapat terjadi di berbagai tahapan produksi.

Dalam presentasi berjudul "Analytical Strategies for Porcine Detection in Halal Certification", Raafqi memaparkan empat teknologi yang umum digunakan dalam deteksi porcine, yakni rapid test, ELISA, real-time PCR, dan LC-MS/MS.

Rapid test dijelaskan sebagai tes cepat yang memberikan indikasi awal dalam waktu singkat. Metode tersebut relatif praktis dan ekonomis sehingga cocok digunakan sebagai alat skrining awal. Namun, untuk kebutuhan verifikasi yang lebih kritis, diperlukan metode dengan sensitivitas dan spesifisitas yang lebih tinggi.

Sementara itu, ELISA bekerja dengan mendeteksi protein spesifik dari spesies tertentu. Metode ini cukup sensitif, tetapi efektivitasnya dapat menurun pada produk yang telah mengalami pengolahan intensif seperti pemanasan tinggi, fermentasi, maupun hidrolisis yang dapat mengubah struktur protein.

Raafqi juga menyampaikan bahwa real-time PCR menjadi salah satu metode yang paling banyak digunakan dalam autentikasi halal karena mampu mendeteksi DNA spesifik suatu spesies dengan sensitivitas tinggi sehingga efektif mendukung kebutuhan pengujian rutin dalam proses sertifikasi halal.

Untuk kebutuhan konfirmasi yang lebih mendalam, laboratorium dapat memanfaatkan teknologi LC-MS/MS yang mampu mengidentifikasi penanda molekuler spesifik melalui analisis berbasis massa dengan tingkat keyakinan yang sangat tinggi. Namun, metode tersebut membutuhkan peralatan canggih, tenaga ahli yang kompeten, serta basis data referensi yang kuat.

Meski demikian, Raafqi menegaskan bahwa hasil laboratorium bukan satu-satunya penentu kehalalan suatu produk.

"Model sertifikasi halal yang paling kuat adalah yang menggabungkan pengujian laboratorium secara tepat sasaran dengan audit halal yang efektif serta sistem ketertelusuran (traceability) yang baik di sepanjang rantai pasok," ujarnya.

Paparan tersebut disampaikan saat LPPOM mengikuti 4th European Halal Congress yang berlangsung pada 9–10 Juni 2026 di Sarajevo, Bosnia-Herzegovina. Forum internasional ini mempertemukan akademisi, regulator, laboratorium pengujian, lembaga sertifikasi halal, dan pelaku industri dari berbagai negara untuk membahas perkembangan serta tantangan ekosistem halal global.

Direktur The Agency for Halal Quality Certification in Bosnia and Herzegovina sekaligus Ketua Kongres, Dr. Damir Alihodžić, mengatakan forum tersebut menghadirkan sekitar 40 presentasi dalam 11 sesi dan diskusi panel dengan 30 pembicara dari 20 negara, termasuk Indonesia, Malaysia, Turki, Amerika Serikat, Inggris, Jerman, dan Prancis.

Menurut Damir, kongres bertujuan mempertemukan seluruh pemangku kepentingan industri halal agar dapat saling berbagi pengetahuan sekaligus membangun kolaborasi untuk mendorong kemajuan sektor halal di tingkat regional maupun global.

"Kami ingin menghubungkan komunitas akademik, produsen, dan badan sertifikasi halal agar bersama-sama berkontribusi dalam pengembangan sektor halal di Bosnia dan Herzegovina maupun Eropa. Kami juga merasa terhormat dapat menghadirkan LPPOM untuk berbagi pengalaman panjang Indonesia selama 37 tahun dalam penyelenggaraan sertifikasi halal, baik pada masa MUI maupun BPJPH. Pengalaman tersebut sangat berharga bagi lembaga sertifikasi, akademisi, maupun praktisi laboratorium halal," ujar Damir.

Partisipasi LPPOM menjadi bagian dari kontribusi Indonesia dalam pengembangan ilmu pengetahuan, standardisasi, dan penguatan sistem jaminan produk halal di tingkat internasional. Dalam forum tersebut, LPPOM membagikan pengalaman Indonesia dalam mengembangkan berbagai metode pengujian DNA spesies serta mengoperasikan laboratorium halal yang terakreditasi ISO/IEC 17025 guna mendukung implementasi sertifikasi halal yang kredibel dan berbasis sains.

Kehadiran LPPOM juga mendapat apresiasi dari Duta Besar Republik Indonesia untuk Bosnia dan Herzegovina, Manahan M.P Sitompul. Ia berharap kontribusi yang diberikan LPPOM dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi penguatan dan pengembangan ekosistem halal global di masa mendatang.

Selain membahas sertifikasi halal dan laboratorium pengujian, peserta kongres selama dua hari juga mendiskusikan keamanan pangan, digitalisasi sistem halal melalui teknologi blockchain dan artificial intelligence, serta pengembangan industri halal berkelanjutan berbasis prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance). Forum tersebut turut mendorong kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, perusahaan, lembaga sertifikasi, dan peneliti untuk menghadirkan inovasi bagi kemajuan ekosistem halal global.

(lam)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Senin 29 Juni 2026
Imsak
04:32
Shubuh
04:42
Dhuhur
12:00
Ashar
15:21
Maghrib
17:52
Isya
19:07
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan