Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Rabu, 27 Mei 2026
home sosok muslim detail berita

KH Ghozi Noerhasan, Kiai Zuhud yang Pernah Jadi Sopir Angkot

Muhajirin Jum'at, 22 Oktober 2021 - 13:57 WIB
KH Ghozi Noerhasan, Kiai Zuhud yang Pernah Jadi Sopir Angkot
Almarhum KH Ghozi Noerhasan (Dok Ponpes Sidogiri)
LANGIT7.ID, Pasuruan - KH Ghozi Noerhasan merupakan keluarga besar Pondok Pesantren Sidogiri (1946 M-1996 M). Beliau putra kiai besar yang memilih hidup sederhana dan antisosial. Bahkan, ia pernah menjadi sopir angkot jurusan Malang-Pasuruan.

KH Ghozi Noerhasan adalah putra kedua KH Noerhasan Nawawie dengan Nyai Hj. Muqimah binti KH Muhsin. Kiai Noerhasan adalah saudara tertua dari lima anggota panca warga putra KH Nawawie bin Noerhasan bin Noerkhotim pendiri Pondok Pesantren Sidogiri.

Kiprah KH Ghozi di dalam perjalanan khidmahnya kepada Pondok Pesantren Sidogiri tercatat pernah menjadi Ketua Umum Pondok Pesantren Sidogiri pada tahun 1397 H/1997 M di masa kepengasuhan KH Cholil Nawawie, paman beliau sendiri.

Beliau juga pernah menjadi Wakil Ketua Majelis Keluarga Pesantren Sidogiri. Dia dikenal sebagai sosok yang dekat dengan masyarakat, terutama anak yatim. Ada rasa kepedulian yang sangat besar yang beliau tampakkan kepada anak yatim.

Selain itu, status beliau sebagai putra kiai tidak membuatnya gengsi untuk bekerja sendiri. Keinginan beliau untuk mandiri sangat kuat sekali. Di awal-awal menikah, mertua beliau bersikeras untuk membangunkan rumah tempat tinggal. Namun ia menolak. Ditawari lagi, ditolak lagi.

KH Ghozi ingin mandiri dan tak ingin membebani orang tua dan mertua. Namun pada akhirnya ia luluh dan menerima tawaran sang mertua. Akhirnya pada 1973 dibangun rumah sederhana untuk beliau.

Baca Juga: Wawancara Eksklusif Hidayatullah: Pesantren yang Jadi Ormas Lalu Kelola Ratusan Pesantren

Setelah mengundurkan diri sebagai Ketua Umum PPS sekira 1983, ia melanjutkan aktivitas berdagang yang telah ditekuni sejak masih remaja. Kadang beliau berjualan kaos, minyak wangi, sarung, dan lain sebagainya.

Beliau bahkan pernah bekerja sebagai sopir angkutan milik sendiri jurusan Malang-Pasuruan tanpa ada rasa gensi. Tidak seperti sopir lain, KH Ghozi mulai mengemudikan angkot selepas Shalat Magrib. Ia juga memiliki lahan pertanian yang sering digarap sendiri.

Kemandirian yang tinggi itu, beliau ajarkan kepada putranya. Beliau ingin keluarganya tidak bergantung kepada orang lain. Beliau pernah berpesan kepada salah satu putranya ketika menolak disuruh bajak sawah untuk tidak hidup enak.

“Jangan dibiasakan hidup enak, khawatir nanti hidup tidak enak. Biasakan hidup tidak enak. Kalau nanti hidup enak, berarti itu sudah rezekinya. Kalau nanti hidup tidak enak, tak masalah, memang sudah biasa tidak enak.” Demikian nasihat KH Ghozi kepada putranya dikutip @santrisidogiri dari Buku Jejak Langkah 9 Masyaikh Sidogiri.

Kehidupan sederhana dengan bertani, berdagang, dan memiliki mobil angkutan umum merupakan jalan yang beliau tempuh. Dari usaha tersebut, dia mencukupi kebutuhan keluarga. Ia bukan sosok yang cinta harta. Ia aktif mengalokasikan sebagian hartanya untuk kepentingan sosial, terutama yang berhubungan dengan anak yatim.

Bahkan, beliau kadang tidak tahu uang yang ada di saku pakaian. Sering ia menggantung baju begitu saja tanpa menghiraukan ada berapa jumlah rupiah di dalam saku. Kerap jika hendak bepergian, dia minta diambilkan oleh putranya tanpa tahu nominal rupiah di dalam bajunya itu.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Rabu 27 Mei 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:53
Ashar
15:14
Maghrib
17:47
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)