LANGIT7.ID, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memaparkan, data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per-Juni 2021 menunjukkan bahwa aset saham syariah telah mencapai 3.372,2 Triliun Rupiah dan menduduki 47.23 persen dari total kapitalisasi indeks harga saham Indonesia. Untuk itu, Sri Mulyani menyampaikan komitmen pemerintah dalam mengembangkan industri keuangan syariah ke depannya.
“Pemerintah akan terus mengembangkan inovasi baik dalam bentuk instrumen SBSN maupun policy, regulasi, dan program untuk memperdalam pasar dan inklusi keuangan. Hal ini tentu merupakan suatu pekerjaan bersama-sama dengan otoritas yang lain dan kita akan terus belajar melalui berbagai media termasuk melalui konferensi ini,” ujar Sri Mulyani pada acara International Conference “The Future of Islamic Capital Market: Opportunities, Challenges, and Way Forward” yang diselenggarakan oleh Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) melalui konferensi video di kediaman resmi Wapres, Jalan Diponegoro Nomor 2, Jakarta, Kamis (15/7/2021)
Sri Mulyani menegaskan, pemerintah akan terus mendapatkan berbagai identifikasi langkah-langkah strategis yang bisa terus memperbaiki kebijakan dalam rangka untuk terus mengembangkan pasar keuangan dan terutama pasar modal Islam di Indonesia.
Pada acara yang sama, Direktur Eksekutif KNEKS Ventje Rahardjo, menyampaikan bahwa sektor keuangan syariah merupakan potensi yang besar dalam membantu pemulihan ekonomi terdampak pandemi Covid-19 secara global dan di Indonesia pada khususnya. Oleh karena itu, ia meyakini bahwa dengan semakin tingginya permintaan masyarakat akan instrumen keuangan syariah, maka dalam jangka panjang keuangan syariah akan menjadi faktor pendorong bangkitnya ekonomi global dan nasional.
“[Pandemi] Covid-19 tidak diragukan lagi merupakan tantangan besar bagi negara-negara dan perekonomian. Namun dengan kolaborasi, khususnya di sektor keuangan syariah, kita akan dapat mengatasi dan muncul lebih kuat dari krisis ini,” ungkap Ventje.
Selain Menteri Keuangan dan Direktur Eksekutif KNEKS, hadir secara virtual dalam konferensi internasional ini Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara Pahala Mansury, serta para narasumber diantaranya Direktur Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Riil OJK Djustini Septiana, Director Wholesale Banking CIMB Malaysia Ayaz Ismail, Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia Hasan Fawzi, dan Director Head of Sharia Unit PT. Eastspring Investments Indonesia Rian Wisnu Murti.
(zul)