LANGIT7.ID, Jakarta,- - Ketua
Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur KH Abdul Hakim Mahfudz atau
Gus Kikin menyatakan siap maju sebagai calon
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pada Muktamar Ke-35 NU yang akan berlangsung di Pesantren Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada 27–31 Agustus 2026.
Gus Kikin menegaskan, keputusannya maju bukan didasari keinginan pribadi ataupun ambisi untuk memimpin organisasi. Menurutnya, langkah tersebut merupakan bentuk kepatuhan terhadap amanah yang diberikan melalui keputusan rapat pleno gabungan PWNU dan seluruh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) se-Jawa Timur.
Baca juga: Gus Kikin Bentuk "Kabinet Pelangi" PWNU Jatim 2024-2029"Semula saya tidak ada niat untuk mencalonkan diri. Namun karena ini merupakan keputusan, penugasan, dan
amanah dari PWNU serta PCNU se-Jawa Timur, maka bismillah saya siap menjalankannya," kata Gus Kikin dalam keterangannya, dikutip Selasa (28/7/2026).
Cicit pendiri NU, Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari, itu mengatakan dukungan yang diberikan kepadanya berangkat dari keinginan menjaga tradisi organisasi yang telah diwariskan para muassis NU. Ia menilai nilai-nilai kebersamaan dan persatuan harus tetap menjadi fondasi utama dalam kepemimpinan NU.
"Kita berusaha sebaik mungkin mengikuti tradisi-tradisi dari dulu yang sangat kuat dan itu yang harus kita jaga, kita lanjutkan, kita teruskan. Karena konsep NU itu harus masuk ke dalam organisasi NU dengan penuh kasih sayang," ujarnya.
Menjelang Muktamar Ke-35 NU, Gus Kikin menyebut akan memusatkan perhatian pada konsolidasi internal bersama jajaran pengurus di Jawa Timur. Konsolidasi tersebut dilakukan untuk mempersiapkan gagasan dan program kerja yang dinilai mampu membawa organisasi menjadi lebih baik.
Menurutnya, pergantian kepengurusan harus menghasilkan dampak positif melalui program-program yang relevan dengan kebutuhan organisasi dan masyarakat.
Baca juga: Gus Kikin Terpilih Aklamasi Jadi Ketua PWNU Jatim 2024-2029"Banyak yang harus dilakukan dalam rangka konsolidasi ini karena yang utama adalah program-program yang diajukan. Sangat penting bahwa pergantian pengurus membawa dampak positif sehingga ke depan NU menjadi semakin baik," tuturnya.
Sementara itu, Wakil Rais Syuriyah PWNU Jawa Timur KH Abdul Matin Djawahir menegaskan pencalonan Gus Kikin merupakan hasil keputusan kolektif PWNU Jawa Timur bersama seluruh PCNU di provinsi tersebut.
Ia menepis anggapan bahwa pencalonan tersebut berasal dari keinginan pribadi Gus Kikin maupun arahan dari jajaran PBNU.
"Penugasan ini murni hasil keputusan rapat Syuriyah dan Tanfidziyah PWNU Jawa Timur. Seluruh 45 PCNU se-Jawa Timur solid menyatukan suara dan siap mengusung Gus Kikin pada Muktamar mendatang," ujar KH Abdul Matin.
Selain Gus Kikin, sejumlah tokoh juga disebut masuk dalam bursa calon Ketua Umum PBNU menjelang Muktamar Ke-35 NU. Di antaranya Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf, Pengasuh Asrama Perguruan Islam (API) Pondok Pesantren Salaf Tegalrejo Magelang KH Yusuf Chudlori (Gus Yusuf), Menteri Agama KH Nasaruddin Umar, Wakil Ketua Umum PBNU KH Zulfa Mustofa, Pengasuh Pondok Pesantren Mamba'ul Ma'arif Denanyar, Jombang, KH Abdussalam Shohib (Gus Salam), Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah KH Abdul Ghaffar Rozin (Gus Rozin), serta mantan Ketua Umum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) Hery Haryanto Azumi. (Sumber: NU Online).
(est)