LANGIT7.ID-Blitar; Ketua MPR RI Ahmad Muzani menegaskan Indonesia merupakan "rumah bersama" yang harus terus dijaga persatuan dan kebersamaannya. Pesan itu disampaikannya usai memimpin ziarah ke makam Proklamator sekaligus Presiden pertama RI, Ir. Soekarno, di Blitar, Jawa Timur, sebagai rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026.
Ahmad Muzani mengatakan kegiatan tersebut merupakan tradisi MPR yang telah dijalankan dalam rangka menyambut Hari Kemerdekaan dan akan terus dipertahankan. Setelah berziarah ke makam Bung Karno, MPR juga dijadwalkan melanjutkan ziarah ke makam Proklamator Mohammad Hatta pada Jumat mendatang.
"Alhamdulillah pada hari ini kami pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia bisa berziarah ke makam Proklamator, Presiden pertama Republik Indonesia Ir. Soekarno. Kegiatan ini bagian dari proses menjelang peringatan 17 Agustus 2026 dan kegiatan ini bagian dari rangkaian kegiatan MPR yang menjadi tradisi sejak tahun-tahun yang lalu," kata Ahmad Muzani, Rabu (4/8/2026).
Menurutnya, ziarah tersebut merupakan bentuk penghormatan atas jasa Bung Karno sebagai Proklamator, Presiden pertama RI, sekaligus pencetus gagasan Pancasila. Ia menilai bangsa Indonesia dapat menikmati kemerdekaan saat ini berkat perjuangan para pendiri bangsa, terutama para proklamator.
Karena itu, Ahmad Muzani berharap masyarakat terus menghargai jasa para pendahulu dan menjadikan semangat perjuangan mereka sebagai inspirasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
"Bangsa Indonesia adalah bangsa yang terus bersyukur atas perjuangan para pendahulunya dan bisa memanfaatkan anugerah karunia yang diberikan oleh Allah melalui jasa-jasa para pendahulu dan para pahlawannya," ujarnya.
Ia menambahkan, ziarah bukan hanya menjadi bentuk penghormatan kepada tokoh bangsa, tetapi juga pengingat agar masyarakat menghormati setiap orang yang berjasa, mulai dari orang tua, guru, hingga para pemimpin terdahulu.
Menjawab pertanyaan mengenai pesan di balik tradisi tersebut, Ahmad Muzani menegaskan MPR ingin terus mengingatkan masyarakat bahwa Indonesia merupakan rumah bersama bagi seluruh rakyat.
Ia mengungkapkan, pada 2025 MPR memilih mengunjungi Rengasdengklok sebagai bagian dari rangkaian peringatan kemerdekaan. Sementara pada 2026, MPR memilih berziarah ke makam Bung Karno dan akan dilanjutkan ke makam Bung Hatta.
"Ini adalah upaya kita untuk terus mengingatkan bahwa kita sebagai bangsa telah berkomitmen menjadikan Indonesia sebagai rumah bersama. Meskipun kita berbeda tujuan, berbeda pandangan, berbeda latar belakang, bahkan mungkin berbeda pilihan politik, tapi kita semua adalah keluarga besar bangsa Indonesia," kata Ahmad Muzani.
Menurut dia, persatuan menjadi modal utama agar Indonesia mampu menghadapi berbagai tantangan sebagaimana yang telah dialami selama puluhan tahun.
"Rumah besar Indonesia adalah rumah kita semua. Rumah bersama kita yang harus kita jaga, kita rawat, dan kita terus jaga kebersamaannya, jaga persatuannya," ujarnya.
![Ketua MPR Ahmad Muzani: Indonesia adalah Rumah Bersama, MPR Ziarah ke Makam Bung Karno Jelang HUT Ke-81 RI]()
Mengenai alasan MPR baru memilih agenda ziarah ke makam Bung Karno pada tahun ini, Ahmad Muzani menjelaskan bahwa dirinya bersama jajaran pimpinan MPR baru menjabat untuk periode 2024–2029.
"2025 kami memilih untuk mengunjungi Rengasdengklok sebagai sebuah bagian yang tidak terpisahkan dari peristiwa 17 Agustus dan 2026 ini kami memilih untuk berziarah ke makam Bung Karno. Mudah-mudahan tradisi ini bisa diteruskan oleh kita semua ke depannya," ucapnya.
Menanggapi berbagai isu yang beredar di media sosial menjelang peringatan Hari Kemerdekaan, Ahmad Muzani mengajak masyarakat tetap menjaga optimisme dan memperkuat persatuan.
Ia menegaskan 17 Agustus merupakan momentum yang sangat penting dan sakral karena menjadi penanda keberhasilan bangsa Indonesia membebaskan diri dari penjajahan. Karena itu, peringatan kemerdekaan seharusnya menjadi momen yang membangkitkan semangat untuk menatap masa depan.
"Peristiwa 17 Agustus adalah peristiwa yang sangat penting dan sakral. Bagaimana bangsa Indonesia membebaskan diri dari cengkeraman penjajahan. Karena itu harus menjadi sebuah peristiwa yang menggembirakan dan menyemangati akan masa depan kita," kata Ahmad Muzani.
Ia kembali menekankan bahwa Indonesia hanya akan menjadi bangsa yang lebih baik apabila mampu menjaga persatuan di tengah keberagaman.
"Persatuan adalah syarat untuk kita bisa bangkit menjadi bangsa yang besar, yang kuat, dan beriman," tuturnya.
Ahmad Muzani meyakini semangat persatuan harus terus digaungkan di seluruh lapisan masyarakat. Menurutnya, kebersamaan menjadi kekuatan utama agar Indonesia mampu menghadapi berbagai tantangan sekaligus mewujudkan masa depan bangsa yang lebih gemilang.
(lam)