LANGIT7.ID, Jakarta - Sebagian karyawan sering mengeluhkan pekerjaan mereka dan berharap bisa menjadi pengusaha yang sukses daripada harus mengabdi di perusahaan.
Tidak sedikit dari mereka yang memikirkan hal itu, bahkan mungkin sudah mengambil langkah membuka usaha. Tapi, tidak semua mantan karyawan yang menjadi wirausaha bisa sukses dengan mudah, beberapa di antaranya bahkan mengalami kegagalan.
Karyawan berprestasi sekaligus pun tidak mudah meraih kesukesan ketika berwirausaha. Sehingga diperlukan pertimbangan matang untuk memutuskan beralih profesi dari karyawan menjadi pengusaha.
Lalu apa yang menjadi faktor kegagalan karyawan ketika berwirausaha? Simak beberapa poin yang sudah Langit7 rangkum dari kanal Youtube Angga Andinata.
Beda KeahlianKeberhasilan ketika menjadi karyawan tentu tidak menjamin kesuksesan saat menjadi wirausaha. Ini dikarenakan keduanya merupakan hal yang berbeda yang tidak semua orang bisa kuasai.
Ketika menjadi karyawan, seseorang merupakan bagian dari sistem yang ada di perusahaan, sehingga tidak perlu memikirkan bagaimana cara menjalankan sistem itu.
Sementara bagi seorang wirausaha, merekalah yang menciptakan sebuah sistem, agar operasional usaha bisa berjalan dengan lancar. Jika tadinya memiliki kebiasaan sebagai bagian dari sistem, tentu kita akan merasa bingung bagaimana menjalankan operasional dari usaha kita.
Beda Pola PikirKonsep kepribadian seseorang sangat berpengaruh terhadap kualitas dan kemampuan pekerjaan mereka. Dalam konsep ini setidaknya dibagi menjadi tiga kepribadian, yaitu :
Jiwa pengusaha, perlu memiliki visi akan kehidupan lebih baik di masa depan. Jiwa pengelola, lebih kepada menyelesaikan masalah yang ada, membuat struktur, membuat sistem bisnis dan menjaga operasional juga keutuhan bisnis. Sementara jiwa teknisi, adalah seorang yang menjadi eksekutor dan memiliki keahlian khusus yang diperlukan agar sebuah usaha berhasil.
Pengusaha yang berhasil adalah mereka yang bisa menggabungkan tiga kepribadian ini sekaligus dengan seimbang. Sementara karyawan yang beralih menjadi wirausaha hanya memiliki bekal sebagai jiwa teknisi yang lebih menunjukkan kepada sifat pekerja, bukan pengusaha.
Kelemahan seorang jiwa teknisi adalah mereka lebih meyakini segala urusan pekerajaannya bisa diselesaikan sendiri. Alih-alih menjadi pemimpin, malah bisnis mereka lah yang menjadi pemimpin mereka, dalam artian bisnis yang mereka kerjakan hanya bergantung kepada mereka sendiri.
Ini merupakan model bisnis yang tidak akan bertahan lama. Sebab, keterbatasan diri akan menjadi kendala untuk memegang kendali semuanya sendirian.
Salah MotivasiKeputusan mundur dari sebuah perusahaan, biasanya dilakukan karyawan karena ketidaksukaan mereka terhadap bos, lingkungan pekerjaan, jam kerja dan alasan lain. Sehingga mereka memutuskan untuk mundur dari pekerjaan dan memulai bisnis baru.
Padahal sebenarnya itu keliru, yang perlu diketahui menjadi wirausaha berarti akan melayani lebih banyak bos, tidak mengenal jam kerja, dan lingkungan pekerjaan selalu berganti.
Pengusaha yang katanya bekerja cuma angkat kaki itu adalah sebuah mitos. Sebaliknya, pengusaha bahkan memiliki kesibukan yang lebih banyak membenahi urusan bisnis mereka.
Terlebih bagi pengusaha yang baru memulai bisnisnya. Percaya atau tidak, mereka akan meluangkan lebih banyak waktu lagi, agar bisnisnya bisa berkembang.
So, bagi kalian karyawan yang ingin memutuskan untuk berwirausaha, lebih baik melakukan pertimbangan matang. Jika tidak, kemungkinan kalian akan merasakan seperti yang dikatakan pepatah sudah jatuh ketiban tangga. Sudah mundur dari perushaaan dan tidak punya pekerjaan, membuka bisnis juga gagal.
(zul)