LANGIT7.ID-Jakarta; Karya arsitektur untuk pembangunan budaya harus senantiasa mencerminkan nilai-nilai tradisional yang berlandaskan pada kepekaan terhadap lingkungan. Hal tersebut ditegaskan oleh Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, dalam pertemuan strategis dengan arsitek Andra Matin, bertempat di Kantor Kementerian Kebudayaan, Senayan, Jakarta.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon memulai diskusi bersama arsitek Andra Matin terkait pencanangan revitalisasi Galeri Nasional. Dalam kesempatan tersebut, Andra Matin memaparkan rancangan revitalisasi Galeri Nasional agar dapat menjadi ruang yang representatif untuk menyimpan ekspresi budaya sekaligus karya-karya anak bangsa. Meskipun ada kemungkinan menambahkan beberapa fasilitas, Menteri Fadli Zon turut menegaskan bahwa revitalisasi harus tetap menjaga keaslian bangunan Galeri Nasional sebagai bangunan cagar budaya, namun tetap menyesuaikan dengan kondisi masa kini.
Menbud Fadli optimis Galeri Nasional dapat menjadi etalase yang dapat merepresentasikan khazanah seni Nusantara, mulai dari lukisan purba dari berbagai wilayah Indonesia hingga seni kontemporer karya generasi muda. Guna memperlihatkan khazanah tersebut, Menteri Kebudayaan mengusulkan adanya unsur-unsur lukisan purba pada fasad baru Galeri Nasional.
“Kita memiliki banyak lukisan-lukisan purba tertua di Indonesia. Terakhir ketika kita menemukan lukisan purba di Muna yang berumur 67800 tahun, itu sebetulnya awal seni rupa dari nenek moyang kita yang
relate (berhubungan) sekali dengan sejarah Galeri Nasional. Secara filosofi, lukisan purba itu adalah
the beginning of art, dan
the first expression of art. Jadi, lukisan-lukisan tersebut bisa dijadikan
selling point Galeri Nasional, karena lukisan tersebut tidak ada di negara lain, hanya ada di Indonesia,” papar Menbud Fadli, Kamis (20/8/2026).
Tidak hanya mementingkan fasad dan lanskap bangunan, Menbud Fadli Zon juga menyarankan penyambungan akses Galeri Nasional ke berbagai fasilitas umum di sekitarnya, seperti Stasiun Gambir. Dalam hal ini, Kementerian Kebudayaan akan bekerja sama dengan kementerian dan lembaga terkait seperti PT KAI dan Injourney untuk menyediakan
underpass yang menghubungkan langsung Stasiun Gambir dengan Galeri Nasional.
“Selain itu, kita juga bisa buat tempat untuk pengunjung beristirahat. Karena memang ada banyak museum-museum terkenal di seluruh dunia yang memanfaatkan sebagian ruangannya untuk dijadikan stimulus ekonomi, misalnya restoran, cafe atau
merchandise store,” jelas Menteri Kebudayaan Fadli Zon.
Senada dengan pernyataan Menbud, arsitekt Andra Matin menyoroti rencana revitalisasi Galeri Nasional sebagai bagian dari karya arsitektur yang menekankan konsep keberlangsungan, serta pelestarian dan pemanfaatan bangunan cagar budaya untuk pemajuan ekosistem budaya.
Hadir dalam pertemuan tersebut, di antaranya Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi, Restu Gunawan; Sekretaris Direktorat Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi, Lita Rahmiati; Direktur Sejarah dan Permuseuman, Endah Budi Heryani; serta Kepala Museum dan Cagar Budaya, Indira Estiyanti Nurjadin.
Pencanangan revitalisasi Galeri Nasional yang digagas oleh Kementerian Kebudayaan merupakan langkah strategis untuk menggabungkan pelestarian cagar budaya dengan kebutuhan ruang publik modern. Melalui pencanangan program revitarisasi tersebut, Galeri Nasional diharapkan dapat menjadi etalase seni representatif yang berkelanjutan serta mampu memajukan ekosistem budaya Indonesia.
(lam)