LANGIT7.ID-Ohio, Amerika Serikat; Petenis cantik, Elena Rybakina, harus mengakhiri pertandingan perempat finalnya di turnamen ATP-WTA Cincinnati Masters lebih cepat. Petenis peringkat 2 dunia ini mundur saat tertinggal 1-4 dari Iga Swiatek pada set pertama, Kamis (19/8) waktu setempat.
Petenis asal Kazakhstan itu tiba-tiba menghentikan permainan karena tidak bisa menumpu berat badan di tumit kirinya. Setelah sempat diperiksa sebentar oleh pelatihnya, ia terpaksa menyatakan mundur setelah satu poin tambahan.
Cedera yang dialami Rybakina—yang terjadi hanya 10 hari sebelum AS Open dimulai—ini membuat Swiatek melaju ke semifinal Cincinnati. Di babak empat besar, ia akan berhadapan dengan unggulan ketiga, Jessica Pegula, yang sebelumnya menyingkirkan Amanda Anisimova dengan skor 6-4, 2-6, 7-6 (7/4).
Andai Rybakina—peraih dua gelar Grand Slam—berhasil mencapai final Cincinnati, ia akan naik ke peringkat pertama dunia untuk pertama kalinya dalam kariernya, menyusul tersingkirnya petahana peringkat satu, Aryna Sabalenka, di babak 16 besar.
Sabalenka dari Belarusia secara mengejutkan juga dikalahkan oleh petenis Ceko, Sara Bejlek, yang berada di peringkat ke-35 dunia, dalam laga sengit yang berakhir dini hari Kamis waktu setempat. Ini menjadi kegagalan terbaru bagi juara mayor empat kali tersebut.
"Jujur, saya merasa cemas hanya dengan melihat situasi ini," ujar Swiatek dalam wawancara di lapangan. "Saya berharap dia baik-baik saja. Yang jelas, turnamen berikutnya (AS Open) adalah prioritas utama.
"Saya tahu turnamen ini juga penting, tapi AS Open ya AS Open. Saya harap dia siap untuk itu. Dia juga sangat dekat dengan posisi nomor satu dunia, jadi sungguh sayang sekali."
Pegula Abaikan Kekhawatiran Cedera, Pertahankan Rekor Tak Terkalahkan Lawan Anisimova, dan Lolos ke Semifinal CincinnatiSetelah merebut set pertama di perempat final Cincinnati, Kamis, Jessica Pegula tiba-tiba tertinggal 3-0 di set kedua. Keadaannya semakin buruk ketika ia meminta waktu istirahat medis di luar lapangan, dan setelah kembali bermain, servisnya kembali di-break.
Setelah Amanda Anisimova menutup set kedua dengan pukulan backhand khasnya yang menjadi pemenang poin, muncul kekhawatiran bahwa pertandingan akan berakhir lebih cepat dari yang diharapkan. Namun Pegula bertahan dengan gigih. Ia unggul 3-0 di set penentuan, dan meskipun Anisimova berhasil mematahkan servisnya dan memaksa pertandingan masuk ke tie-break set ketiga, petenis peringkat 3 dunia itu akhirnya keluar sebagai pemenang dengan skor 6-4, 2-6, 7-6 (4) dalam waktu 2 jam 15 menit.
"Saya merasakan sedikit gangguan saat melakukan servis, tapi pukulan lain dari lapangan terasa baik-baik saja. Saya mulai merasakannya pada game kedua, saat poin 30-0," ujar Pegula kepada wartawan. "Sedikit panik dalam hati, karena saat merasakan cedera yang muncul tiba-tiba, Anda pasti berpikir, 'Astaga, apa yang harus saya lakukan?' Dan saya pikir Anisimova bermain sangat baik memanfaatkan situasi itu dan memaksakan permainannya begitu saya kehilangan fokus.
"Saya sebenarnya masih bermain cukup baik. Saya mampu mematahkan servisnya di set kedua dan memiliki beberapa game yang lumayan. Saya bicara dengan pelatih saya dan memberi tahu apa yang saya rasakan dan apa yang terjadi, dan dia berkata, 'Pikirkan jangka panjang, tapi jika kamu ingin tetap bermain, kamu harus bisa melakukan servis.' ... Saat memulai set ketiga, saya berpikir saya akan bermain sepenuh hati. Jika kondisinya memburuk, mungkin saya akan berhenti, tapi ternyata malah membaik."
Kemenangan ini membawanya ke semifinal WTA 1000 yang ke-15 dalam kariernya, di mana ia akan menghadapi unggulan ketujuh Iga Swiatek yang menang mudah karena lawannya Rybakina mundur karena cedera.
Andai Rybakina—peraih dua gelar Grand Slam—berhasil mencapai final Cincinnati, ia akan naik ke peringkat pertama dunia untuk pertama kalinya dalam kariernya, menyusul tersingkirnya petahana peringkat satu, Aryna Sabalenka, di babak 16 besar.(*/saf/cdn/wtatennis)
(lam)