LANGIT7.ID, Jakarta,- -
Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta menyiapkan pengaturan lalu lintas (lalin) sebagai langkah antisipasi
aksi unjuk rasa di sekitar
Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Kamis (27/8/2026). Kepala Dishub DKI Jakarta Budi Awaluddin mengatakan
rekayasa lalu lintas akan diterapkan secara situasional. Pengaturan akan disesuaikan dengan kondisi kepadatan dan pergerakan massa di lapangan.
Baca juga: Demo di DPR RI Bikin Transjakarta Lumpuh, Rekayasa Lalu Lintas Diterapkan
“Rekayasa lalu lintas akan dilakukan secara situasional dengan mempertimbangkan kondisi dan pergerakan massa di lapangan. Masyarakat diharapkan mengikuti arahan petugas dan menggunakan jalur alternatif apabila terjadi pengalihan arus,” kata Budi di Jakarta.
Dishub DKI membagi pengaturan lalu lintas menjadi tiga zona berdasarkan tahapan pengamanan aksi. Zona tersebut mencakup kawasan DPR/MPR RI, koridor Senayan-Gatot Subroto-Sudirman, serta kawasan Istana.
Baca juga: Antisipasi Demo Tolak Revisi UU Pilkada, Polda Metro Jaya Terapkan Rekayasa Lalu Lintas di Sekitar DPR/MPRZona 1: Kawasan DPR/MPRDi zona ini, ruas yang berpotensi terdampak adalah Jalan Letjen S Parman sisi selatan, mulai dari Semanggi hingga Simpang Slipi.
Jika terjadi kepadatan, petugas akan melakukan rekayasa lalu lintas sesuai kondisi di lapangan.
Zona 2: Senayan-Gatot Subroto-SudirmanApabila terjadi kepadatan, kendaraan dari arah Cawang akan dialihkan melalui Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Sisingamangaraja, Jalan Asia Afrika, Jalan Patal Senayan, dan seterusnya. Sementara itu, kendaraan dari arah Tomang menuju Cawang masih dapat melintas. Namun, pengalihan arus tetap dapat dilakukan secara situasional.
Baca juga: Dishub DKI Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Jelang Festival Malam Tahun Baru 2023
Zona 3: Kawasan DPR/MPRUntuk arus dari Tomang menuju Cawang, kendaraan dapat dialihkan melalui Jalan Tomang Raya, Jalan Balikpapan, Jalan Suryopranoto, dan Jalan Juanda. Sedangkan kendaraan dari arah Cawang menuju Tomang akan dialihkan melalui Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Sisingamangaraja, Jalan Asia Afrika, Jalan Patal Senayan, dan seterusnya. Kendaraan dari arah Blok M menuju Tomang juga dapat dialihkan melalui Jalan Sisingamangaraja, Jalan Asia Afrika, dan Jalan Patal Senayan. Alternatif lainnya melalui Jalan Jenderal Gatot Subroto menuju Cawang.
Pengaturan di Sekitar IstanaDishub DKI juga mengantisipasi kepadatan di kawasan Istana. Sejumlah ruas jalan yang berpotensi terdampak antara lain Jalan MH Thamrin, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Medan Merdeka Barat, Jalan KH Wahid Hasyim, Jalan Kebon Sirih, dan Jalan Budi Kemuliaan. Pengalihan arus akan disesuaikan dengan arah perjalanan kendaraan dan kondisi lalu lintas.
Dishub DKI menyiapkan 10 titik pengaturan lalu lintas untuk mendukung pengamanan, yakni Simpang Senayan arah Bundaran Senayan, FX, lampu lalu lintas Fairmont, Patal Senayan, Pintu 10, Hotel Mulia, Simpang Pal Merah, Masjid Babah Alun, Ladokgi, serta Ladokgi bawah atau kolong.
Dishub DKI mengimbau masyarakat yang hendak melintas di kawasan terdampak untuk mengantisipasi perjalanan. Pengendara juga diminta mengikuti arahan petugas apabila terjadi pengalihan arus lalu lintas.
(est)