Langit7, Jakarta - Digitalisasi dan globalisasi merupakan laju peradaban yang tidak bisa dibendung. Sehingga, langkah bijak menghadapinya adalah dengan mengambil sikap yang tepat terhadap hal tersebut.
Digital Transformation Consultant, Antovany Reza Pahlevi mengatakan, digital secara sederhana mengacu pada pemanfaatan kombinasi teknologi komputasi dan internet.
"Saya pikir pondok pesantren juga bisa mengikuti laju peradaban ini. Tapi dengan penyesuaian tertentu seperti apa akan melakukan adaptasi," ujarnya di Webinar yang diselenggarakan Langit7.id, Pesantren Goes Digital, Sebuah Keharusan, Rabu (27/10).
Baca juga: Webinar LANGIT7.ID: Kesadaran Digital Harus Ditangkap Santri dan PesantrenReza yang juga merupakan CIO of ShintaVR ini meyebutkan, setidaknya ada tiga tahapan dalam transformasi digital. Pertama digitization, yang merupakan tahap awal perubahan atau pun peralihan dari analog ke teknologi digital.
Selanjutnya digitalization. Di sini, masyarakat mulai berproses dalam penggunaan teknologi dan informasi digital. Salah satunya dengan memanfaatkan berbagai platform yang ada.
"Ketiga, digital transformation yang merupakan proses mengoptimalisasi atau pun perubahan menyeluruh dari sebuah sistem digital. Artinya, secara keseluruhan sudah mulai terhubung pada data," ujarnya.
Baca juga: Webinar LANGIT7.ID: Membangkitkan Peran Santri di Era DigitalMenurutnya, agar pesantren dapat meniti langkah ke dalam dunia digital, perlu diawali dengan perubahan pola pikir. Pemahaman diri terhadap perubahan dapat membuat penyesuaian tepat terhadap medium yang akan membawa ke dalam proses digitalisasi.
Setelah itu, kata dia, perlunya pemahaman teknologi yang tepat dan memanfaatkannya secara bertahap. Diikuti dengan kemauan untuk terus belajar, karena teknologi dan digital yang akan semakin terus berkembang.
"Jadi kita harus haus akan ilmu untuk bisa mengikuti perkembangan dan beradaptasi terhadap evolusi teknologi," tambahnya.
Untuk itu, ia megimbau agar dunia pendidikan di era 4.0 dapat menyesuaikan dengan perkembangan teknologi dan digital yang ada. Hal itu berlaku untuk pendidik mau pun peserta didik.
(zul)