alfian raka adipratama
LANGIT7.ID-Jakarta; Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah tajam pada perdagangan Senin (12/10/2026). IHSG turun 157,61 poin atau 2,59 persen ke level 5.936,15, sekaligus kembali berada di bawah level psikologis 6.000.
Tekanan jual mewarnai perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Berdasarkan data perdagangan yang dikutip Katadata, sebanyak 602 saham ditutup melemah, sementara 114 saham menguat dan 77 saham stagnan.
Pelemahan tersebut menunjukkan bahwa tekanan pasar terjadi secara luas, dengan seluruh 11 indeks sektoral mengalami penurunan pada akhir perdagangan.
Sektor Energi Memimpin Penurunan
Sektor energi menjadi sektor dengan pelemahan terdalam, yakni sebesar 5,88 persen. Disusul sektor industri yang turun 5,20 persen dan infrastruktur sebesar 4,72 persen.
Sementara itu, sektor kesehatan mencatat penurunan paling terbatas, yakni 0,77 persen. Sektor barang konsumen primer melemah 0,93 persen, sedangkan sektor keuangan terkoreksi 0,98 persen.
Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa tekanan jual tidak hanya terjadi pada saham-saham tertentu, tetapi juga menjangkau berbagai sektor utama di pasar modal domestik.
Nilai Transaksi Capai Rp13,74 Triliun
Aktivitas perdagangan saham pada Senin tercatat cukup tinggi. Total frekuensi transaksi mencapai sekitar 1,88 juta kali, dengan volume perdagangan 62,18 miliar saham dan nilai transaksi sebesar Rp13,74 triliun.
Di tengah pelemahan pasar, sejumlah saham masih berhasil mencatatkan kenaikan. BIKE menjadi salah satu saham dengan kenaikan tertinggi, yakni 24,77 persen, disusul TFCO yang naik 24,76 persen dan ZONE sebesar 24,62 persen.
Sebaliknya, saham CCSI dan MBSS masing-masing terkoreksi 15 persen, sedangkan MAPB turun 14,98 persen.
Ketidakpastian Global Jadi Perhatian Investor
Pelemahan IHSG terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran investor terhadap kondisi ekonomi dan geopolitik global. Pergerakan harga minyak, risiko arus keluar modal asing, serta perkembangan kebijakan dan evaluasi indeks saham internasional menjadi sejumlah faktor yang perlu dicermati pelaku pasar.
Dalam situasi seperti ini, investor perlu memperhatikan perkembangan sentimen global, pergerakan saham berkapitalisasi besar, serta kemampuan IHSG mempertahankan level-level teknikal penting.
Pergerakan IHSG pada perdagangan berikutnya masih akan dipengaruhi oleh keseimbangan antara tekanan jual dan potensi aksi beli kembali. Investor disarankan tetap berhati-hati, mengutamakan pengelolaan risiko, dan tidak mengambil keputusan investasi hanya berdasarkan pergerakan indeks dalam satu hari.(*)
(lam)