Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 21 April 2026
home global news detail berita

Kesadaran Digital, Alat Tebar Kebaikan Bukan Peralat Manusia

ahmad zuhdi Jum'at, 29 Oktober 2021 - 20:05 WIB
Kesadaran Digital, Alat Tebar Kebaikan Bukan Peralat Manusia
Direktur Akademi Kebudayaan Islam Jakarta, Husein Jafar Al-Hadar (kanan) saat tampil di Webinar Langit7.id Rabu (27/10).
LANGIT7.ID, Jakarta - - Kesadaran menjadi poin utama dalam merespon perkembangan era digital saat ini. Karenanya, semua pihak penting untuk membangun kurikulum digital di masa sekarang ini.

"Kita diciptakan oleh Allah SWT sebagai makhluk yang merdeka, sehingga apapun perkembangannya kita wajib ikut dan tetap menjaga diri kita sebagai muslim. Jadi, penting cara-cara hidup di era digital dengan cara-cara baru dilakukan, sehingga digital tetap menjadi alat untuk menebar kebaikan," kata Direktur Akademi Kebudayaan Islam Jakarta, Husein Ja’far Al-Hadar dalam webinar LANGIT7, dikutip Jumat (29/10).

Baca juga: Kominfo Beri Pelatihan Start-up Digital Bagi Pemuda Papua

"Bukan malah kita diperalat oleh digital, sehingga tidak menjadi orang merdeka dan bertentangan dengan visi kita sebagai manusia dan sebagai muslim," imbuhnya.

Menurut dia, di tengah era digitalisasi ini, penting bagaimana pesantren menyiapkan infrastruktur, baik di lingkungan pesantren maupun di luar pesantren kepada alumninya. Pesantren harus mempunyai perangkat software dan hardware.

"Saya pernah mengusulkan agar satu pesantren paling tidak mempunyai satu studio dan satu channel kanal YouTube. Pesantren harus merespon itu dengan membuka ruang bagi santrinya sejak dini dengan peralatan studio, sehingga ketika mereka keluar (lulus) tidak lagi meraba dakwah digitalnya harus seperti apa," katanya.

Namun, internal lingkungan pesantren juga memiliki aturan yang ketat. Misalnya, apakah santri dibolehkan memegang gawai, apakah Wifi boleh masuk pesantren dan dapat diakses oleh seluruh santri, dan lain sebagainya.

"Sebab, banyak petinggi pesantren menganggap ini sesuatu yang buruk, sehingga akan dihindari masuknya internet ke pesantren. Menurut saya, ini perlu ada diskursus dan dialektika, sehingga tidak gagal dalam memahami era digital," ujarnya.

"Karena menurut saya tipologi ulama ada tiga. Kalau dulu ada khutabi, yaitu mereka yang dakwah atau khutbah dengan lisan; kemudian kutubi, yaitu berdakwah melalui tulisan; dan sekarang yutubi yang berdakwah melalui youtube," lanjutnya.

Baca juga: Bangun Ekosistem Digital Terbesar untuk Pelaku Usaha, Youtap Luncurkan Dua Fitur Terbaru

Mengenai tantangan suprastruktur, ia menyebutkan bahwa infrastruktur merupakan suatu yang penting, tetapi pembangunan manusia juga tak kalah penting. Pesantren dapat merespon kecakapan digital dengan empat hal.

Pertama, bagaimana membangun kreativitas di kalangan para santri dan alumni pesantren, termasuk juga oleh kyainya. Menurut dia, ini penting digalakkan karena menumbuhkan dai yutubi sangat kesulitan dalam aspek kreativitas.

"Mereka hafal Alquran, kitab kuning, dan teks-teks yang digunakan untuk berceramah, tapi mereka tidak memiliki kecakapan digital, kecakapan kreativitas, dan kecakapan konteks. Sehingga video-video yang diproduksi banyak sekali tetapi penontonnya sedikit, karena mereka tidak mampu memahami konteks digital dan kreativitas," katanya.

Menurutnya, mereka hanya bisa menghadirkan tuntunan, tetapi tidak bisa menghadirkan tontonan. Padahal di era digital, kualitas ceramah bukan hanya menjadi tuntunan, tetapi juga tontonan. Dalam bahasa antropologisnya, ia menyebut sebagai dakwahtaiment, yaitu dakwah yang bernilai entertainment.

"Karena kalau tidak begitu, nggak akan pernah berhasil. Santri dan kyai akan sulit menghadirkan ini, karena itu perlu didorong kolaborasi denganlembaga digital yang memadai," ujar Habib Ja'far.

Baca juga: 93 Tahun Sumpah Pemuda, Anak Muda harus Kuasai Perekonomian Digital

(asf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 21 April 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:14
Maghrib
17:53
Isya
19:02
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)