Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Senin, 09 November 2026
home masjid detail berita

Tujuan Diturunkannya Al-Qur'an: Mengeluarkan Manusia dari Kegelapan Menuju Cahaya

ahmad zuhdi Senin, 09 November 2026 - 06:14 WIB
Tujuan Diturunkannya Al-Qur'an: Mengeluarkan Manusia dari Kegelapan Menuju Cahaya
LANGIT7.ID, Jakarta; - Surat Ibrahim merupakan surah Makkiyyah yang terdiri dari lima puluh satu ayat, sebagaimana ditegaskan oleh al-Baghawī dalam kitab tafsirnya. Ayat pertama dari surah ini dibuka dengan rangkaian huruf muqaṭṭa'āt (Alif Lām Rā') yang langsung diikuti oleh keterangan mengenai al-Qur'an sebagai kitab agung yang diturunkan kepada Nabi Muhammad ﷺ.

بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ الٓر ۚ كِتَٰبٌ أَنزَلْنَٰهُ إِلَيْكَ لِتُخْرِجَ ٱلنَّاسَ مِنَ ٱلظُّلُمَٰتِ إِلَى ٱلنُّورِ بِإِذْنِ رَبِّهِمْ إِلَىٰ صِرَٰطِ ٱلْعَزِيزِ ٱلْحَمِيدِ

Alif, laam raa. (Ini adalah) Kitab yang Kami turunkan kepadamu supaya kamu mengeluarkan manusia dari gelap gulita kepada cahaya terang benderang dengan izin Tuhan mereka, (yaitu) menuju jalan Tuhan Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji. (QS Ibrahim (إبراهيم) : 1).

Berkenaan dengan makna huruf muqaṭṭa'āt, al-Ṭabarī menyatakan bahwa penjelasan tersebut telah tuntas dibahas sebelumnya, sementara Ibnu Katsir merinci berbagai pandangan ulama mulai dari menyerahkan ilmunya mutlak kepada Allah ﷻ hingga pandangan yang menafsirkannya sebagai nama surah atau pembuka firman-Nya.

Di sisi lain, al-Shanqīṭī menguatkan argumen induktif bahwa huruf-huruf tersebut berfungsi untuk menegaskan kemukjizatan al-Qur'an yang selalu diiringi dengan pembelaan terhadap kebenarannya.

Ayat ini merumuskan tujuan paling fundamental dari diturunkannya al-Qur'an kepada manusia, yakni "agar engkau mengeluarkan manusia dari kegelapan kepada cahaya" dengan izin Tuhan mereka. Al-Ṭabarī dan al-Baghawī menafsirkan proses pengeluaran tersebut sebagai upaya membimbing manusia dari pekatnya kesesatan dan kekufuran menuju cahaya keimanan yang terang.

Al-Sa'dī memperluas makna kegelapan mencakup kebodohan, akhlak buruk, serta segala bentuk kemaksiatan, sementara cahaya dimaknai sebagai ilmu pengetahuan, keimanan, dan budi pekerti yang luhur. Selain itu, al-Ālūsī mencatat bahwa penyandaran kata kerja pengeluaran kepada Nabi Muhammad ﷺ melalui bentuk khitab menunjukkan adanya unsur pengagungan (tafkhīm) dan pemuliaan yang sangat agung bagi kedudukan beliau.

Lebih lanjut, frasa "bi-idhni rabbihim" dimaknai oleh al-Ṭabarī dan al-Ālūsī sebagai bentuk taufik, kemudahan, serta kehendak mutlak dari Allah ﷻ yang menghilangkan segala penghalang bagi hamba-Nya. Al-Sa'dī menambahkan bahwa frasa ini mengandung pelajaran penting tentang pentingnya tawakal, di mana hamba diingatkan bahwa hidayah dan tujuan yang dicintai Allah tidak akan pernah tercapai tanpa adanya pertolongan dan ma'ūnah dari-Nya.

Ayat ini ditutup dengan frasa "ilā ṣirāṭ al-ʿazīz al-ḥamīd" yang menunjuk pada jalan Allah yang lurus, yakni agama dan syariat-Nya. Al-Ṭabarī menjelaskan bahwa al-ʿAzīz berarti Yang Maha Mengalahkan, sedangkan al-Ḥamīd adalah Yang Maha Terpuji atas segala limpahan nikmat-Nya.

Menutup penjelasannya, al-Sa'dī memberikan hikmah mendalam bahwa siapa saja yang menempuh jalan hidayah tersebut, ia akan dianugerahi kemuliaan langsung dari keperkasaan Allah, keteguhan hati meski tanpa penolong selain-Nya, serta kesudahan hidup yang terpuji dan baik.

(zhd)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Senin 09 November 2026
Imsak
03:57
Shubuh
04:07
Dhuhur
11:40
Ashar
14:59
Maghrib
17:51
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
right-3 (Desktop - langit7.id)
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan