Langit7, Jakarta -
Indonesia Syariah Economic Festival (ISEF) ke-8 tahun 2021 mencatat transaksi sebesar Rp25,8 triliun. Transaksi itu bersumber dari Pembiayaan Lembaga Keuangan Syariah,
Bussiness to Bussiness, Transaksi Bussiness to Customer, serta
Exhibition.
Capaian ini meningkat signifikan dibanding tahun lalu yang hanya senilai Rp5,03 triliun.
Baca juga: Mandiri, Muslimah Ini Sukses Kuliah Sambil BerwirausahaMenurut Deputi Gubernur BI, Sugeng, hal itu tercapai berkat keberhasilan penyelenggaraan ISEF ke-8. Di mana, pelaksanaan ISEF 2021 secara
hybrid telah mengoptimalkan keseluruhan nilai penyelenggaraan online, terutama dari sisi lokasi peserta, serta penyelenggaraan
offline untuk
business engagement dan kesepakatan bisnis.
Penyelenggaraan ISEF tahun ini mengalami peningkatan kualitas pada dua aspek, yakni penajaman fokus pada sektor fesyen muslim dan makanan halal, yang termasuk di dalamnya program sertifikasi halal," ujarnya pada acara Gebyar Puncak ISEF ke-8, Sabtu (30/10).
Baca juga: Dorong Daya Saing UMKM, Garuda Angkut Ekspor Unggulan ke Dubai dan TiongkokSelanjutnya, penguatan
branding dan marketing termasuk di dalamnya identifikasi kegiatan global yang dapat dikolaborasikan melalui
trade opportunity and
investment.
Seperti diketahui, kegiatan ISEF ke-8 tahun 2021 yang dimulai pada April 2021, difokuskan untuk mendorong pemulihan ekonomi dan melibatkan berbagai kalangan.
ISEF ke-8 mencatat partisipasi 970 exhibitor pelaku usaha, 420 desainer, 4,451 peserta kompetisi dan sebanyak 119 negara yang mengakses platform ISEF. Berikut dengan 195 kegiatan yang disediakan.
Baca juga: Sukses Lewat Usaha Katering, Hasilkan Omzet hingga Setengah MiliarPengunjung melalui kanal online tercatat sebanyak 293,401 orang sejak April 2021, dan sebanyak 240 sertifikat diterbitkan melalui program Sertifikasi Pendampingan PPH, Sertifikasi Halal
Self-Declare, dan Sertifikasi Kompetensi
Fashion Designer.
Adapun jumlah ZISWAF yang terkumpul pada rangkaian FESyar dan ISEF 2021 adalah sebanyak Rp669 miliar.
(zul)