LANGIT7.ID, Jakarta -
Anies Rasyid Baswedan purnabakti sebagai
Gubernur DKI Jakarta per Ahad (16/10/2022). Mantan Mendikbud itu sudah mengangkut barang-barang pribadi dari ruang kerjanya di Balai Kota DKI Jakarta sejak pekan lalu.
Presiden Joko Widodo melantik Anies Baswedan sebagai Gubernur DKI Jakarta di Istana Negara, Jakarta, pada 16 Oktober 2017. Sejak saat itu, dia mulai melakukan transformasi membenahi berbagai isu dan tantangan yang ada di DKI Jakarta.
Dalam laporan kinerja Gubernur DKI Jakarta 2017-2022, Anies menghadapi ragam isu saat pertama kali duduk sebagai gubernur. Mulai masalah kemacetan tinggi yang mencapai 16 juta motor dan 3,5 juta mobil, ketimpangan dan segregasi sosial, hingga kota paling berpolusi dan banjir besar periodik.
Pada awal periode, Anies menghadapi berbagai permasalahan seperti masalah biaya hidup tinggi, kesehatan, pendidikan, dan lapangan pekerjaan. Dia lalu merumuskan akar permasalahan dengan
man-made disaster over natural disaster.
Baca Juga: Heru Budi jadi Pj Gubernur DKI, Anies Siap Dukung Total
Mulai dari
car oriented development (urban sprawl), tidak terpenuhinya pelayanan dasar (pendidikan, kesehatan, lapangan kerja, air bersih, perumahan, dll), dan mismanajemen lingkungan hidup.
Dimulai dari gagasan, disusun menjadi narasi, hingga dapat menghasilkan karya. Setiap yang dikerjakan pemprov DKI Jakarta harus diawali dengan ide dan konsep yang jelas, substantif, dan terukur.
Hal itu lalu dikomunikasikan ke jajaran internal dan eksternal Pemprov DKI Jakarta. Semua itu lalu dibuktikan dalam bentuk karya yang tuntas, rapi, dan berfungsi dengan baik.
Prestasi di Bidang TransportasiDalam laporan tersebut, Anies mencontohkan transformasi dengan memperluas cakupan layanan transportasi publik sehingga tingkat kemacetan turun. Pada 2017 tingkat kemacetan di Jakarta berada di peringkat ke-3 dengan tingkat kemacetan 58%.
Angka itu turun pada 2018 dan berada di peringkat ke-7 dengan angka kemacetan 53%. Lalu turun lagi ke peringkat ke-10 dengan tingkat kemacetan 53%. Lalu tahun berikutnya turun ke peringkat 31 dengan angka kemacetan 36%. Pada 2021 turun ke peringkat ke-46 dengan tingkat kemacetan 34%.
Baca Juga: Masa Jabatan Segera Berakhir, Anies: Saya Mohon Pamit
Pencapaian ini berpengaruh pada pengurangan emisi di DKI Jakarta. Jakarta dianugerahkan
Sustainable Transport Award 2021 sebagai Kota dengan Perbaikan Transportasi Publik Paling Signifikan. Pada 2020, Jakarta berhasil mencapai pengurangan Gas efek rumah kaca hingga 26% (target 30% di 2030).
Peningkatan Sistem Pengendalian BanjirSelama kepemimpinan Anies Baswedan, Jakarta mengalami peningkatan sistem pengendalian banjir di Hulu dan hilir Jakarta. Itu ditandai dengan pembangunan 6 Retensi Air Besar dengan Kapasitas 1,7 Juta m3, peningkatan kapasitas di 4 sungai utama sepanjang 2,5 km, Pengerukan lebih dari 3,6 juta m3 lumpur di sungai, waduk, dan saluran air.
Kemudian, lebih dari 29.000 drainase vertikal, Revitalisasi Pompa dan pembangunan 9 sistem pompa baru: total kapasitas mencapai 386 m3/detik, dan pembangunan 2 km tanggul pantai.
Anies juga menggunakan pendekatan natural dalam pengendalian banjir. Pembangunan tiga ruang limpah sungai dengan kapasitas penampungan air lebih dari 1,3 Juta m3 atau setara 2.000 kolam air mancur Bundaran HI.
Baca Juga: Temui AHY di DPP Demokrat, Anies: Kita Siap Jalan Bersama-sama
Banjir besar 10 tahun terakhir, meskipun dengan curah hujan yang lebih ekstrem, namun dampak banjir yang dirasakan warga dan waktu pemulihan pasca banjir kian membaik di 2020 dan 2021, dibandingkan dengan tahun 2013.
Anies juga berhasil dalam memberikan layanan air bersih yang merata dan memadai bagi seluruh warga Jakarta. Di antaranya air bersih bersubsidi di Kepulauan Seribu dan mengoperasikan 150 kios air bersih.
Ragam Hunian Terjangkau untuk Memenuhi Kebutuhan WargaSetidaknya ada empat program Anies dalam hal ini. Di antaranya penataan kampung meliputi lima lokasi kampung susun, 14 blok kampung susun, 612 unit kampung susun, dan 220 RW ditata melalui program
Community Action Plan (CAP) dan
Collaborative Implemetation Program (CIP).
Kemudian ada rumah susun sederhana sewa. Ada 12 lokasi rusun rusunawa, 33
tower rusunawa, dan 7,421 unit rusunawa. Ada juga hunian vertikal DP Rp0 yakni 4 lokasi hunian dengan skema Dp Nol dan 2,332 unit hunian dengan skema DP Nol.
Baca Juga: Deretan Proyek dan Kebijakan Anies Selama Jabat Gubernur DKI Jakarta
Anies juga meluncurkan hunian terjangkau di TOD yakni 14 lokasi hunian terjangkau di kawasan berorientasi transit yang meliputi 359 unit hunian.
Anies juga membangun kembali kampung-kampung yang tergusur di antaranya Akuarium, Bukit Duri, Kunir, Bayam, dan Gembrong. Lalu 220 RW ditata dengan pendekatan partisipatif.
Tata Ruang Kota Ramah Lingkungan dan Ramah Pejalan KakiSejak 2018, Pemprov DKI Jakarta telah membangun dan merevitalisasi 428 taman, 48 hutan kota, dan menanam lebih dari 200.000 pohon besar. Sehingga 91% warga tinggal dekat (800 meter) dengan Taman Kota.
Anies juga memuliakan pejalan kaki dan pesepeda karena mobilitas adalah kebutuhan dasar. Dia membangun 265 km trotoar, 103 km jalur sepeda dan 67 titik bike sharing. Tak lupa pula Integrasi Ruang yakni 9 Simpul integrasi antarmoda, 14 JPO baru, revitalisasi dan interkoneksi Bawah Tanah Pertama ke MRT.
Selain itu, Anies juga merenovasi Kota Tua sebagai model kota masa depan, revitalisasi Taman Ismail Marzuki, revitalisasi Pusat Pelatihan Olahraga Pelajar (PPOP) Ragunan, revitalisasi perpustakaan Cikini dan PDS HB Jassin sampai pembangunan Jakarta International Stadium (JIS) berstandar FIFA.
Baca Juga: Anies Baswedan Tegaskan Jakarta Harus Bebas dari Kabel Semrawut
Di bidang digital, Anies juga meluncurkan
SuperApp JAKI hingga 14 ribu titik wi-fi publik. Dia juga menerapkan
One map dan
one data untuk
evidence based policy making hingga kepastian dan percepatan proses penerbitan IMB.
Pencapain di Bidang Kesehatan dan Sosial
Anies memberikan perlindungan kesehatan bagi seluruh warga Jakarta. Meningkatkan 20% cakupan
Universal Health Coverage (UHC) hanya dalam 4 bulan dari 73% menjadi 98%. 40 miliar rupiah per tahun dianggarkan untuk penyediaan layanan tambahan yang belum ter-
cover dalam program JKN (BPJS Kesehatan).
Di bidang sosial Anies meluncurkan program Kartu Jakarta Pintar, biaya pendidikan anak masuk sekolah, Kartu Anak Jakarta, Kartu Pekerja, Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul, kartu Lansia Jakarta, dan Kartu Jakarta Penyandang Disabilitas.
Anies juga meluncurkan program ketahanan pangan Jakarta dengan sistem kolaborasi dan pemberdayaan petani lokal. Di antaranya ada
supply side yakni memenuhi pasokan pangan untuk menjaga inflasi dan
demand side sehingga menghasilkan kemudahan akses pangan bagi masyarakat. Berbagai program tersebut dan program lain membuat ekonomi Jakarta tetap stabil dan inflasi terus terjaga.
Baca Juga: 22 Nama Jalan di Jakarta Diubah Gubernur Pakai Nama Tokoh Betawi
Anies juga memberdayakan UMKM dengan meluncurkan JakPreneur yang telah memiliki 331.657 anggota. Kemudian, 750% peningkatan penerbitan IUMK: Relaksasi IUMK memberikan peluang lebih besar bagi UMKM untuk bangkit selama pandemi Covid-19.
Di sisi lain, BUMD mengalami pertumbuhan aset. Pada 2017 aset BUMD hanya Rp119 triliun dan meningkat menjadi Rp175 triliun pada 2022.
Dari semua pencapaian itu, Pemprov DKI Jakarta dinilai sebagai pemerintahan yang transparan dan akuntabel dengan mendapatkan hasil audit wajar tanpa pengecualian (WTP) dari BPK lima tahun berturut-turut dan pertama kali mendapat Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintahan (SAKIP) predikat A.
(jqf)