LANGIT7.ID, Jakarta - Kandang modern closed house adalah konsep peternakan kekinian yang dikelola IPB University di kawasan Sukabumi, Jawa Barat. Salah satunya, metode peternakan ayam teaching farm (tefa) modern dengan etalase percontohan bagi mahasiswa maupun publik untuk belajar peternakan modern dan dikelola secara profesional.
Kandang modern IPB University kini panen raya sebanyak 42.700 ekor ayam. Panen ayam tersebut merupakan panen kedua yang dilakukan sekolah vokasi. Pada panen raya ayam, Rabu (9/6), dihadiri Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi (Dirjen Diksi) Kemendikbudristek Wikan Sakarinto.
"Kami bersama Pak Dirjen dan PT Charoen Pokphand Indonesia memanen ayam di salah satu 'closed house' termodern yang ada di Indonesia dengan masa panen 35 hari dan bobot mencapai 2,4 kilogram," kata Rektor IPB University Prof Arif Satria melalui pernyataan tertulis, Jumat (16/7/2021).
Menurut Arif, dari sisi ekonomi tentu saja menguntungkan. Hadirnya kandang modern tersebut merupakan langkah untuk meningkatkan 'link and match' antara kampus dengan industri. Melalui teknologi "closed house", waktu produksi dapat dipersingkat dari semula 40 menjadi 35 hari.
Pihaknya juga berupaya menciptakan suasana industri di dalam kampus. Hal itu akan semakin mengakrabkan mahasiswa dengan industri sebagai peningkatan kompetensi mahasiswa untuk siap masuk dunia industri, karena teknologi yang ada di kampus dan industri bisa setara.
Kandang modern "closed house" ini merupakan hasil kerja sama IPB University dan PT Charoen Pokphand Indonesia. Kandang ini bisa menampung hingga 50 ribu ekor ayam. Dilengkapi teknologi pengaturan suhu dan kelembaban udara, membuat proses pemeliharaan dan pengelolaan menjadi efisien.
Sebelumnya, Sekolah Vokasi IPB University bersama PT Charoen Pokphand Indonesia melakukan panen pertama 10.000 ekor ayam closed house, di Kampus IPB Sukabumi, pada 10 April 2021. Ayam berumur 32 hari dengan berat sekitar 2 kilogram dengan target panen tujuh kali dalam setahun.
Wakil Manajer Kampus IPB Sukabumi, Hendri Wijaya, mengatakan, closed house merupakan salah satu fasilitas yang dimiliki oleh Sekolah Vokasi IPB University Kampus Sukabumi.
Business Unit Head Kemitraan PT Charoen Pokphand Indonesia Yosef Arisanto mengatakan "closed house" membuat kegiatan ternak menjadi lebih efisien. "Kecepatan tumbuh semakin lebih singkat, biaya untuk menghasilkan bobot satu kilogram lebih rendah serta produktivitas akan semakin meningkat," katanya.
Dirjen Diksi Kemendikbudristek, Wikan Sakarinto mengapresiasi langkah IPB University. Dia menilai implementasi "teaching factory" dan Kampus Merdeka salah satu yang terbaik di Indonesia sehingga diharapkan dapat menjadi lokomotif kemajuan pertanian Indonesia.
"Ini salah satu 'the best technologi closed house'. Kandang 'closed house' sudah banyak, tapi yang sampai teknologi 4.0 itu kita apresiasi. Maka kalau kita ingin melihat implementasi Kampus Merdeka yang benar seperti apa, lihatlah IPB University," katanya.
Dekan Sekolah Vokasi IPB University Arief Daryanto mengatakan kandang modern ini juga dilengkapi 'digital mobile surveillance system' (DMSS) yang dapat dikelola dan memonitoring dari rumah melalui ponsel pintar.
"Nantinya kandang juga akan dilengkapi dengan berbagai sensor canggih seperti untuk mengukur kadar amonia, pertumbuhan berat badan, dan lain sebagainya," katanya.
Sekolah Vokasi IPB University ke depan segera menyelesaikan teknologi terbaru berupa "greenhouse" yang diperuntukkan hortikultura, dan membangun fasilitas akuakultur dengan teknologi e-fisheries.
(jak)