LANGIT7.ID, Pariaman - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mengapresiasi kegiatan "Silek on the Sea: Basilek Ditampek Lapang" sebagai upaya memajukan sektor pariwisata di Kota Pariaman, Sumatera Barat.
Direktur Event Daerah Kemenparekraf, Reza Fahlevi, mengatakan jika kegiatan yang dilatarbelakangi aktivitas masyarakat berlatih silat di ruang terbuka ini merupakan atraksi budaya yang diharapkan mampu menarik pengunjung berwisata ke Kota Pariaman.
"Ini bentuk aktualisasi nilai budaya masyarakat di sekitar pesisir pantai Kota Pariaman. Dan diharapkan menjadi tujuan wisata yang aman, nyaman, serta melestarikan tradisi dan nilai budaya lokal," kata Reza seperti dikutip Selasa (2/11).
Baca juga:
The Hub Equestrian Berpotensi Jadi Destinasi Wisata Halal di JakartaReza menuturkan bahwa "Silek on The Sea" dapat membangkitkan kembali dan memajukan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif setempat. Sehingga, selanjutnya dapat meningkatkan perekonomian daerah serta membuka peluang lapangan pekerjaan dengan cepat, seluas-luasnya, dan sebesar-besarnya.
"Di masa adaptasi dan pascapandemi Covid-19, aktivitas pariwisata mengalami perubahan. Tren pariwisata juga menyesuaikan dengan konsep yang localized, personalized, customized, dan smaller in size. Sustainability serta quality tourism menjadi perhatian dan fokus dalam pengembangan pariwisata," jelasnya.
Sementara itu, Walikota Pariaman, Genius Umar, menjelaskan silek atau silat di Kota Pariaman merupakan warisan budaya tak benda yang dilestarikan, dikembangkan dan dimanfaatkan menjadi daya tarik wisata budaya.
Baca juga:
Miliki Potensi Luar Biasa, Warga Tengger Harus Jaga Adat dan Tetap Inovatif"Kota Pariaman sebagai salah satu daerah pesisir juga banyak tumbuh kelompok, sasaran atau komunitas silek, dan biasanya memanfaatkan tepian pantai sebagai wahana latihan bersama," ujar Genius.
Genius juga menambahkan jika di setiap desa dan kelurahan di Kota Pariaman, terdapat tempat belajar silat atau dikenal dengan sebutan "Sasaran Silek" yang dipimpin oleh seorang guru yang dinamakan "Tuo Silek".
(sof)