LANGIT7.ID, Semarang - Pilihan pariwisata yang paling banyak diminati di era pandemi Covid-19 yang masih jadi tren saaat ini adalah wisata outdoor atau wisata alam. Untuk itu, pengeloa desa wisata di Kota Semarang diminta untuk terus mengembankan potensi alam yang ada di wilayahnya masing-masing.
Hal itu disampaikan oleh Wakil Wali Kota Semarang Heaverita Gunaryanti dalam webinar Wisata Aman dan Nyaman di Era Adaptasi Kebiasaan Baru : Gerakan Wisata Sehat Kota Semarang, yang digelar oleh Gen Posting, yang difasilitasi Kominfo pada Senin (1/11).
Menurut Ita, sapaan akrab Wawali, pengembangan harus dilakukan untuk menambah daya tarik wisata sehingga, berdampak pada tingkat kunjungan wisatawan ke desa wisata.
“Kota Semarang masih punya wisata alam, ini yang perlu dikembangkan. Kota Lama, Goa Kreo, sudah tahulah, tapi bagaimana mengembangkan potensi wisata yang lain,” kata Ita.
Baca juga:
3 Desa Wisata Indonesia Tampil di Ajang UNWTO Best Tourism Villages 2021Ita menyampaikan, dengan adanya tren wisata alam seharusnya bisa mendorong desa wisata ataupun kampung tematik bisa tetap eksis. Apalagi jika dilengkapi dengan kuliner, akan luar biasa, karena di Kota Semarang kuliner apapun sudah tersedia.
“Untuk kuliner ini bisa dikembangkan pemasaran secara online, agar bisa menjangkau seluruh Indonesia,” ucapnya.
Di sisi lain, meski wisata alam ini prospeknta sangat menjanjikan, ia mengingatkan agar agar tetap mengutamakan kesehatan dan kenyamanan buat wisatawan. Mengenai Wisata aman dan nyaman, ini sebenarnya sudah dimulai saat masih covid itu tinggi. Dari Kemenparekraf sudah dilakukan ada 3 titik yang diakukan uji coba, Taman Satwa Mangkang, Goa kreo dan Kota Lama.
“Teman-teman dari Dinas Pariwisata, SOP sudah berjalan. Sampai dengan saat ini, protokol kesehatan untuk tempat wisata masih tetap berlangsung, meski Kota Semarang berada di PPKM level 1,” kata dia.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Semarang Indriyasari menyampaikan, ada tantangan tersendiri untuk meningkatkan kunjungan wisatawan. Pasalnya Kota Semarang ini tidak memiliki gunung, tapi punya pegunungan. Jadi selain dataran tinggi, potensi lainnya adalah mengembangkan wisata pantai.
“Karena keterbatasan dan keunikan Semarang, kami dituntut untuk kerja keras. Harus ada sesuatu yang wow, bagaimana orang tertarik dan kemudian mencari informasi wisata,” kata Indriyasari.
(sof)