LANGIT7.ID, Jakarta - Traveller, wisatawan, atau pelancong seringkali berpikir dua kali untuk menyewa hotel yang hanya digunakan sebentar dengan biaya yang relatif mahal. Selain itu, traveller terkadang sulit mendapti tempat singgah atau bermalam sementara.
Kesulitan itu ternyata dicermati Corps Muballigh Bandung (CMB) yang kantornya berada di Jalan Stasiun Timur Braga, tak jauh dari Stasiun Bandung. Sebagai salah satu kota favorit tujuan wisata yang dijuluki sebagai 'Kota Kembang', CMB kemudian menginisasi pendirian masjid transit di Bandung yang diberi nama Masjid Saifuddaulah.
Posisi masjid yang stategis membuat traveller memutuskan singgah di tempat tersebut sebelum melanjutkan perjalanan. Alasan lainnya adalah kawasan tersebut sering digunakan anak muda dari berbagai komunitas untuk berkumpul.
Baca Juga: 3 Desa Wisata Indonesia Tampil di Ajang UNWTO Best Tourism Villages 2021Dengan dukungan dari semua pihak baik jajaran pengurus CMB, akhirnya DKM Masjid Saifuddaullah semakin memantapkan diri, terus berbenah dan merencanakan pembangunan Masjid dan Gedung Dakwah Corps Muballigh Bandung, dengan konsep Masjid Transit di Kota Bandung.
Sebagai sebuah lembaga DKM yang baru, untuk mendapatkan legal formal pada tahun 2018, DKM masjid Saefuddaulah melakukan rapat kerja di Balai Kota Bandung, selain menyusun program kerja juga mematangkan penyusunan kepengurusannya, dan pada akhirnya SK kepengurusan dikeluarkan oleh Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Bandung pada tanggal 8 April 2019 M / Sya'ban 1440 H.
Baca Juga: Indonesia Kirim 15 Imam Masjid ke UEA, Ini Rincian NamanyaBangunan Masjid Saifuddaulah sendiri telah ada sejak tahun 1958 dan masih kental dengan nuansa kolonial Belanda. Awalnya bangunan ini adalah tanah wakaf yang dibeli oleh Yayasan CMB pada tahun 2016. Sebelum dialih fungsikan sebagai tempat ibadah, bangunan ini hanya digunakan sebagai tempat kesekertariatan dan baru pada tahun 2017, bangunan ini dijadikan masjid.
Masjid Saifuddaulah disebut "masjid transit", karena posisi masjid yang berada di dekat stasiun kereta api dan banyak para pendatang yang terkadang sulit untuk mencari tempat singgah sementara. Selain itu, ada beberapa fasilitas masjid yang disediakan untuk para musafir, seperti dapur dan kamar untuk akhwat beristirahat. Para tamu yang bermalam sementara di masjid tersebut tidak dipungut biaya alias gratis.
Baca Juga: Idap Kanker Prostat, SBY Lapor Jokowi Akan Berobat ke Luar Negeri(zhd)