LANGIT7.ID - , Jakarta - Kejadian ini mulai viral berawal dari postingan milik ketua panti Arief Camra yang memposting surat persetujuan penitipan. Surat ini menggelitik warganet karena dalam pernyataan di surat tersebut selain pernyataan untuk menitipkan, ada juga kalimat yang menyatakan "apabila orang tua kami meninggal, maka kami menyerahkan proses pemakaman ke pihak panti Griya Lansia Husnul Khatimah."
Setelah ramai diperbincangkan, anak-anak dari Trimah pun mulai mengklarifikasi alasan mereka mengambil keputusan menitipkan orang tuanya di panti asuhan.
Seperti disampaikan Deny Adibyo, anak kedua dari Trimah, yang tidak memiliki tempat tinggal layak untuk merawat sang ibu. Kondisi yang sama juga dialami dua saudaranya yang lain.
Baca juga : Alami Gesekan dengan Ibu Mertua? Begini Adabnya dalam AgamaSelain itu, Deny yang sehari-hari bekerja sebagai ojek online ini mengaku sedang kesulitan ekonomi.
"Kami memang bersepakat bertiga dengan keluarga adik Ibu Trimah pun menyetujui untuk Ibu Trimah dirawat disana untuk mendapatkan perawatan yang lebih baik."
"Untuk alasannya karena memang kami tidak mempunyai tempat tinggal yang tepat. Kedua untuk biaya, perekonomian kami lagi sulit," kata Deny, dikutip dari tayangan Youtube tvOne, Selasa (2/11/2021).
Deny menampik jika dikatakan sudah membuang ibunya, karena menurutnya ia hanya menitipkan dan suatu saat akan diambil kembali jika kondisi ekonominya sudah membaik.
"Saya cuma bisa nyampein mamah yang sabar disana, kami anak-anak tidak membuang hanya menitipkan. Jika nanti apabila memang keadaan kami membaik, kami pasti menjemput. Apabila kami ada rezeki kami pasti nengokin," ungkap Deny.
Kejadian ini pun memancing Ust. Dasad Latif Ph.D untuk berkomentar saat dihubungi Langit7, Selasa (2/11/2021).
"Melihat kejadian ini harus dari dua sudut pandang. Jangan dari sudut pandang ibu Trimah saja, coba juga berempati sebagai anak-anaknya."
Maksud dari pernyataan beliau adalah untuk tidak langsung menilai negatif dan mengklaim anaknya jahat, melainkan berpikir positif terlebih dahulu.
"Siapa tahu anaknya sebetulnya sudah berusaha, namun ibunya buat jengkel, karena semakin tua biasanya fitrahnya kembali seperti anak-anak, jadi jangan terlalu menyalahkan anak-anaknya juga." terang ustadz yang sering menyebut beleng-beleng ini.
"Bedanya anak-anak kan masih lucu kalau buat jengkel, sedangkan nenek-nenek, tentu berbeda." kata Ustadz Dasad sambil tersenyum.
Tapi bagaimanapun itu, menurut Ustadz Dasad sebaiknya adalah tetap merawat ibu sendiri apapun yang terjadi.
"Sejengkel-jengkelnya ibu, sebaiknya tetap sabar dan merawatnya merupakan akhlak yang mulia." jelas ustadz Dasad.
Baca juga : Ada 8 Adab Makan dalam Islam, Diantaranya Tidak BerlebihanJika ada kesulitan seperti kesulitan ekonomi, jadikan itu sebagai pintu pendobrak untuk dibukanya keberkahan dan rejeki.
"Jadikan kesulitan yang ada sebagai ujian dan sebagai ladang pahala yang akan kita dapatkan." pungkasnya.
(est)