LANGIT7.ID, Jakarta - Pemerintah Indonesia sampai saat ini sudah menerima dosis vaksin sebanyak 141.315.880. Dengan jumlah dosis vaksin tersebut, Kemenkes akan mengejar vaksinasi massal dua juta per hari dengan target 70 persen dari total penduduk Indonesia atau sejumlah 181.5 juta orang.
Sampai saat ini, vaksinasi telah memasuki tahap ketiga dengan sasaran masyarakat umum dan kelompok anak usia 12-17 tahun. Dengan dosis vaksin yang sudah diterima, Ia optimis pandemi covid-19 dapat segera dikendalikan, sementara vaksinasi terus ditingkatkan.
Saat ini vaksinasi massal sudah sesuai rencana yaitu di bulan Juli dan Agustus, ditargetkan rata-rata vaksinasi mencapai 1,5 juta dosis per hari, lalu 1,8 juta dosis pada September, kemudian 2,8 hingga 3 juta pada Oktober dan November dan 2,5 juta pada Desember.
“Percepatan vaksinasi penting dalam rangka menurunkan laju penyebaran virus yang saat ini tengah meningkat,” kata Sekjen Kementerian Kesehatan drg. Oscar Primadi.
Menurutnya pemerintah juga akan mendorong vaksinasi massal hingga akhir tahun dengan melibatkan banyak pihak.
"Vaksinasi ini akan didorong terus, kita targetkan sampai akhir tahun 2021 dengan melibatkan banyak pihak termasuk TNI, Polri, BKKBN hingga Bidan," katanya pada
Langit7.id, Jumat (16/7/2021).
Ia mengingatkan kepada masyarakat untuk segera divaksin, karena setelah menerima vaksin lengkap 2 dosis, tubuh akan terlindungi dengan baik. "Meskipun telah terpapar covid-19, gejalanya akan ringan dan risiko akibat virus ini bisa diminalisir," imbuhnya.
Ia juga meminta jangan menunggu vaksin dengan merk tertentu, tapi gunakan yang sudah ada, agar percepatan mencapai menuju kekebalan kelompok (
herd immunity) bisa tercapai.
''Vaksin yang terbaik adalah vaksin yang sudah ada, tentunya mari segera lakukan vaksinasi untuk percepatan menuju kekebalan kelompok,'' kata drg. Oscar.
Sampai saat in tercatat 37 juta orang sudah menerima dosis pertama vaksin dan 15.2 juta orang telah mendapatkan dosis kedua. Namun bila dihitung minimum 70% populasi kebal untuk tercapai herd immunity, Indonesia masih jauh dari target tersebut.
(arp)